Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Daerah

Pembunuh Pemilik Toko Manukan Tama Surabaya Diadili, Nama Pelaku Lain Bermunculan

Namun, tak lama kemudian, korban yang hendak keluar dari rumah untuk menyalakan saklar listrik mendapat kejutan tak terduga. Seketika, setelah membuka pintu, terdakwa langsung memukul mata korban sebanyak empat kali menggunakan tangan kanan. Lalu, memukul hidung korban sebanyak tiga kali dan tujuh kali pada kepala korban menggunakan potongan paving yang dibawanya.

“Selanjutnya, terdakwa mengatakan kepada korban Suyatio Als Shien Chuan (alm), aku nduwe masalah ambek cece Yuliana ngerti koen. Kkorban dalam keadaan bersimbah darah merangkak sambil berteriak meminta tolong,” ujarnya.

Terdakwa langsung memukulkan paving pada bagian belakang kepala korban sampai tidak berdaya. Setelah korban tidak bergerak, terdakwa langsung meninggalkan korban di dalam rumahnya.

“Berdasarkan hasil visum et repertum (jenazah) Nomor KF 22.0011 pada hari Jumat tanggal 07 Januari 2022 pukul 14.05 WIB atas nama Suyatio yang dibuat dan ditandatangani oleh dr Edy Suyanto sebagai dokter pemeriksa dengan kesimpulan. Kepucatan pada kedua selaput lendir kelopak mata, selaput lendir bibir atas dan bawah, kuku-kuku kedua ujung jari tangan dan kaki, luka memar pada kepala kanan, mata kanan dan kiri, hidung pipi kanan, dada kiri,” tuturnya.

Selain itu, korban juga mengalami luka robek pada kepala bagian atas dan belakang, dahi kiri, pelipis mata kiri, kelopak mata bawah kanan dan kiri. Patah tulang tertutup pada hidung, sampai pipi, dan iga dada kiri. Sulfikar menegaskan, perbuatan terdakwa diancam dengan pidana dalam Pasal 340 KUHPidana.

“Sebab kematian tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam. Bahwa akibat dari perbuatan terdakwa, mengakibatkan korban korban Suyatio meninggal dunia,” katanya.

Sementara itu, ketua majelis hakim menyetujui sidang digelar secara offline. Sebab, terdakwa mengalami gangguan pendengaran. “Kamu ditahan sampai sekarang, sepakat sidang offline ya,” kata Ojo Sumarna.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita