Oleh SUAEB QURY
Penulis adalah Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB
Semua sudah berlalu,walaupun masih ada yang tersisah dari pendemi covid 19 yang meninggalkan luka dan suka cita. Bahwa secara nasional dan di Asia Negara kita Indonesia jumlah yang meninggal akibat covid 19 total kematian akibat Covid 19 menempati posisi tertinggi kedua di Asia yakni 150.000 kasus.
Badai covid 19 sudah berlalu dan mulai hilang dari memory masyarakat Indonesia, dari sejak tahun 2022, semakin terasa kegeliatan dan bangkit dari tidur dengan sejumlah event nasional dan aktivitas ekonom serta pemerintah yang berjalan normal. Dan kondisi ini, juga pemerintah Indonesia meniadakan syarat pengetesan dan karantina bagi pelaku perjalanan.
Melupakan kasus dan kejadian luar biasa atau bencana nasional yang bernama covid 19. Di belahan dunia Eropa sana, walaupun masih berkutik dengan covid 19 dan perang Rusia dan Ukraina yang berimbas pada resisi ekonomi global. Bagi bangsa Indonesia yang oleh Presiden Republik Indonesia Jokowidodo selalu mengingatkan kepada rakyatnya dan bangsa ini “kita harus kuat dan bangkit, kita harus memanfaatkan sumberdaya yang diperbaharui, kita tidak boleh boros menggunakan anggaran,kita harus memanfaatkan kekayaan alam yang kita memiliki dari halaman rumah, dan kita juga harus berdamai dengan kondisi ekonomi dunia serta kita juga bangga dengan pruduk lokal dan hentikan impor”.
Dari sekian banyak pesan dan api semangat yang dikobarkan oleh Presiden Jokowi, menandakan bangsa ini, tidak boleh lemah dan lenga dengan kondisi apapun yang mengancam bangsa ini. Dan ini sudah terbukti,betapa rakyat Indonesia mencinta merah putih dan bangsa ini dengan berbagai cara. Membela dan menjaga bangsa ini adalah bagian dari patriotisme dan nasionalisme sebagai warga bangsa dan terbukti dengan tingkat ketaatan atas menjalankan segala anjuran negara,seperti taat dengan prokes covid 19, bela beli dan belanja produk lokal serta eforia merayakan hari kemerdekaan yang le 77 di tahun 2022 ini.
Bisa dibayangkan selama 2 tahun lebih dan 3 kali merayakan kemerdekaan warga negara dan warga bangsa selama covid 19, harus diam dan menikmati dan menyimak hari kemerdekaan tanpa eforia. Merayakan Indonesia merdeka yang ke 77 denga semangat “pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat”, seakan spirit kemerdekan di tahun 2022 ini, mengembalikan memory kemerdekaan yang diraih oleh para pahlawan dengan gigih dan penuh pengorbanan jiwa dan raga.
Ada sebuah pesan dari pemimpin bangsa bahwa generasi penerus sebagai pewaris dan penerus bangsa layak untuk mengenal, menggali, mendayagunakan dan membumikan semangat keindonesiaan dalam kebersamaan. Boleh beda baju daerah, dan potensi lokal yang ada.Namun semua itu, ikatan kebangsaan menjadi tali temali yang mewarnai adat istiadat, bahasa, budaya dan toleransi beragama. Begitu juga dengan cara generasi ini mengormati perjuangan the faounding father, ini terlihat dari diseluruh penjuru negeri merayakan kemerdekaan dengan cara yang bervariatif antara daerah satu dengan yang lain sebagai bentuk kekayaan bangsa.
