Ini adalah bukti sejarah yang tidak boleh didiamkan, harus ada aturan baku yang mengatur tentang Tanjung Mafu Tabe atau Tanjung Mareku ini, dan hal tersebut terwujud jika semua semua pihak mau membuka diri untuk berjuang bersama-sama dengan pemerintah daerah, DPRD dan juga pihak kesultanan.
Dalam video sambutan tersebut, Wakil Wali kota juga mengajak kepada seluruh warga masyarakat Mareku untuk sudahi perbedaan-perbedaan yang mengarah kepada perpecahan.
Perlu diketahui, bahwa video sambutan Wakil Wali kota yang beredar di media sosial bukan lagi video yang utuh melainkan sudah dipotong durasinya atau diedit, sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
Terdapat dua penggalan video yang beredar di antaranya, video pertama berdurasi 2 menit 50 detik dan vidio kedua 32 detik, sementara video asli sambutan Wakil Wali kota berdurasi 12 menit 1 detik. (Iswan_KanalIndonesia.com).
