Usai sidang Hamongan Hutauruk, pengacara terdakwa ketika ditemui mengatakan bahwa dari keterangan para saksi membuktikan bahwa semua yang mengatur adalah Putra Wibowo.
“Dari keterangan saksi-saksi terbukti Putra Wibowo yang mengatur semua aliran dana nasabah. Tidak ada keterlibatan dari para terdakwa, karena tidak memegang uang itu. Semua dipegang Putra. Intinya menguntungkan para terdakwa. Apalagi dua saksi tidak tahu para terdakwa,” tegasnya.
Terpisah, Jaksa Hafiz saat dikonfirmasi mengatakan menguntungkan pihaknya. Sebab, meski yang berhubungan langsung Putra, namun uang nasabah tersebut digunakan untuk kepentingan Viral Blast.
“Itu yang membuktikan bahwa Viral Blast perusahaan trading yang tidak benar. Jadi uang member itu ditransfer ke Viral Blast. Terus dikirim ke rekening orang-orang (saksi) ini. Lalu dipindahkan lagi ke rekening lain. Diputar-putar. Jadi semacam transit saja,” tandasnya.
Untuk diketahui, para terdakwa didakwa dengan pasal 105 UU No.7 Tahun 2014 tentang perdagangan jo. Pasal 5 ayat (1) ke 1 KUHP, Pasal 378 KUHP jo. Pasal 5 ayat (1) ke 1 KUHP dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ady_kanalindonesia.com
