Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL MILITER

Kolakops Korem 174/ATW Libatkan Pemkab Merauke dan Tokoh Masyarakat Berikan Pembekalan Bagi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY Serta Yonif 725/WRG

MERAUKE, KANALINDONESIA.COM  Telah dilaksanakan pembekalan dan pengarahan kepada Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Darat RI-PNG Yonif 511/Dibyatara Yodha dan Yonif 725/Woroagi yang diselenggarakan oleh Kolakops Korem 174/ATW. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Letkol Inf Lambert J. Mailoa (Kasi Ter Kasrem 174/ATW)mewakili Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Korem 174/ATW Brigjen TNI E. Reza Pahlevi,S.E diikuti oleh prajurit satgas pamtas yang siap di tempatkan di pos pos sepanjang perbatasan RI-PNG sektor Selatan Papua untuk memberikan keamanan wilayah satuan teritorial Kolakopsrem 174/ATW di Aula L.B Moerdani Makorem 174/ATW Jl. Poros Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke Papua, baru baru ini.

Dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan gambaran kepada seluruh prajurit satgas pamtas guna menunjang keberhasilan dalam pelaksanaan tugas . Selama  Pembekalan dihadiri para Dansatgas  Pamtas RI-PNG Letkol Inf Rully Noriza (Dansatgas Yonif 511/Dibyatara Yodha),  Mayor Inf Syafrudin Mutasidasi (Dansatgas Yonif 725/Woroagi), Para perwira dan anggota satgas pamtas RI-PNG, Jhon Gluba Gebze (Tokoh Masyarakat Papua Selatan), Ni Luh Puspa Jayaningsih, ST., MM. (Kepala PLBN Sota), Bapak Paulus Tangke (Polhut Penyelia KSDA Merauke), dr. Bambang Budiman (Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kabupaten Merauke), Abdul Rasyid, S.P (Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Muda Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke), Firmansyah (Pelaksana Koordinasi Urusan Wasdalin Stasiun Karantina Ikan Kabupaten Merauke), Irmasyah Fatriadi (Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke), Dian Monas Jumaidy Kaban (Kepala Kantor Beacukai Merauke), Stephanus Kapasiang, S.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke) .

Pembekalan oleh Jhon Gluba Gebze selaku tokoh Masyarakat Kabupaten Merauke memberikan wejangan kepada seluruh prajurit satgas pamtas RI-PNG yang hadir tentang kultur budaya, kearifan lokal masyarakat adat di wilayah Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel dimana Masyarakat Merauke dan Boven Digoel yang berdomisili diwilayah perbatasan memiliki hubungan kekeluargaan, kultur budaya dan adat istiadat yang sama dengan masyarakat PNG yang berdomisili diwilayah perbatasan. Jhon Gluba Gebze berharap kepada Satgas pamtas RI -PNG sektor Selatan sejumlah 900 orang yang akan bertugas selama 9 bulan kedepan dapat berinteraksi dan berkomunikasi sosial yang baik dengan masyarakat sehingga terwujud keamanan dan ketahanan Bangsa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia diwilayah Perbatasan Negara.

Sementara itu, Paulus Tangke (Polhut Penyelia KSDA Merauke) menjelaskan,  tentang tupoksi dari KSDA Kabupaten Merauke yang meliputi konservasi terhadap sumber daya alam termasuk satwa dan flora terutama satwa dan flora endemik yang masuk dalam perlindungan. “Bahwa aturan tentang pelanggaran terhadap penyelundupan atau perdagangan satwa dan flora yang dilindungi. Kerjasama antar Negara juga telah dibuat terhadap perlindungan satwa dan flora yang terancam kepunahan. Komoditi atau olahan kerajinan dari Satwa bisa dibawa keluar Merauke namun tetap ada prosedur dan aturan yang berlaku. Dalam pelaksanaan tugas nanti kedepannya diharapkan kita dapat bersinergi, dan apabila ada yg perlu di tanyakan atau dikoordinasikan.”ujarnya

Ni Luh Puspa Jayaningsih, ST., MM. (Kepala PLBN Sota) mengatakan,  saat ini jumlah Pos Lintas Batas Negara di seluruh Indonesia berjumlah 11 PLBN, dimana saat ini di Papua telah beroperasional 2 (dua) PLBN yaitu PLBN Slow dan PLBN Sota dan direncanakan ke depannya akan diresmikan 1 (satu) lagi PLBN di Kampung Yetetkun, Distrik Ninati, Kabupaten Boven Digoel.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita