Zulhas berharap Sail Tidore 2022 yang dihelat dengan tema “Tidore: Kota Warisan Dunia, Perekat Bangsa-Bangsa” mampu mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa daerah ini merupakan pusat kegiatan ekonomi yang penting.
“Agar seluruh masyarakat Indonesia tahu, bahkan dunia tahu, ada Tidore di Maluku Utara,” ujar Zulkifli
Senada juga disampaikan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Dukung pemullihan pariwisata nusantara, maka sambut Sail Tidore dengan tema “Kota Warisan Dunia, Perekat Bangsa-bangsa”.
Tema ini mengangkat pesan kekuatan Tidore sebagai salah satu kota di Maluku Utara yang memiliki latar sejarah kejayaan rempah dengan nusantara.
“Sail Tidore merupakan kesempatan kita untuk rendring wisata bahari nusantara dimata dunia, serta harus optimis Sail Tidore mampu berkontribusi untuk membantu proses pemulihan industry pariwisata dalam negeri,” kata Luhut
Luhut juga meminta kepada Kemendag dan pemerintah daerah agar melakukan persiapan tindak lanjut pasca event ini, dengan memanfaatkan potensi bahari Tidore sebagai jalur strategis Sail Nasional dan Internasional agar mampu memberikan manfaat berkelanjutan terhadap ekonomi local.
“Kepada kementerian lembaga maupun pemerintah daerah agar terus bekerjasama mensukseskan Sail Tidore mulai dari persiapan rangkaian acara professional, percepatan dukungan infastruktur, libatkan UMKM dalam pameran, optimalkan dukungan serta promosikan secara massif pelaksanaan Sail Tidore ini,” harap Luhut
“Kita dukung pemulihan pariwisata nusantara, bangga berwisata di Indonesia saja dan sama-sama kita sambut Sail Tidore 2022,” jelas Luhut
Logo Sail Tidore terdiri dari berbagai symbol yang memiliki makna sendiri, yakni bola bumi yang menunjukan bahwa Sail Tidore 2022 adalah event berskala Internasional dengan melibatkan beberapa negara yang tergabung dalam Global Network Of Magellan Cities (GNMC).
Cengkeh dan pala merupakan komoditas asli Maluku Utara yang sudah dikenal dunia 500 tahun lalu, parang dan salawaku merupakan alat tradisional masyarakat Maluku Utara sebagai symbol keberanian, ketangguhan, keadilan dan pelindung norma.
Perahu dalam bentuk parang dengan dua layar berkembang menunjukan kejayaan maritime nusantara dimasa lampau yang harus dihidupkan kembali, dan laut dengan empat gelombang merupakan simbol untuk mempertegas jati diri bangsa indonesia sebagai proses maritime dunia.
Sedangkan empat gelombang mencerminkan empat kesultanan besar yang ada di Maluku Utara atau Moloku Kie Raha yakni Kesultanan Tidore, Kesultanan Ternate, Kesultanan Bacan dan Kesultanan Jailolo. (Iswan_Kanalindonesia.com)
