Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATENG

Persiapkan Pernikahan, Erina Gudono Gunakan Aplikasi Elsimil untuk Cegah Stunting

“Risiko stunting itu terjadi sejak pembuahan dalam rahim ibu, delapan minggu atau 56 hari itu sudah bisa diprediksi terjadinya stunting. Pencegahan stunting hanya dapat dilakukan pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni 270 hari dalam kandungan dan 730 hari atau anak sampai usia dua tahun,” kata Hasto yang juga dokter spesialis obstetric dan gynecology serta pakar bayi tabung ini.

Adapun data yang dimasukkan dalam aplikasi Elsimil calon pengantin adalah usia, status gizi, berat dan tinggi badan, ukuran lingkar lengan atas dan lingkar perut, kadar hemoglobin (Hb) dan perilaku lain seperti perokok atau tidak.

Penggunaan aplikasi Elsimil, akan disertai pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang dibentuk oleh BKKBN.

Jika sertifikat Elsimil menunjukkan hasil kurang ideal untuk hamil, perkawinan tetap boleh digelar namun TPK akan merekomendasikan untuk menunda kehamilan.

Selanjutnya TPK memberikan intervensi yang direkomendasikan serta memonitor status gizi calon pengantin sampai kondisi pasangan tersebut membaik dan menjadi ideal untuk hamil.

Selain berfungsi sebagai alat skrining dan media komunikasi dengan TPK, Elsimil juga berfungsi sebagai media edukasi tentang kesehatan reproduksi, kontrasepsi, kesiapan pranikah, kesiapan kehamilan, serta pencegahan kanker.

Dukungan Erina terhadap penggunaan Elsimil ini tidak lepas dari peran Bu Sarjiyem, anggota TPK Mlati dari unsur PKK. Melalui Bu Sarjiyem informasi tentang aplikasi Elsimil disampaikan kepada keluarga Gudono dan diteruskan kepada Erina yang bekerja dan tinggal di Jakarta.

“Jika nantinya harus melakukan pendampingan, saya juga tidak rikuh-rikuh, karena Mbak Erina itu waktu kecilnya saya turut membantu mengasuhnya,” kata Bu Sarjiyem.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita