Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Dhoho Street Fasion 7th, Gandeng Desainer Nasional, Lokal, dan Difabel

KOTA KEDIRI, KANALINDONESIA.COM: Dhoho Street Fashion 7th, menggaet para desainer nasional dan lokal. Ada lima desainer yang akan menampilkan karyanya. Para desainer tersebut adalah Priyo Oktaviano, Era Soekamto, Wignyo Rahardi, Askazim Boutique, dan Yuyun Maskurun. Desainer-desainer tersebut menyajikan sentuhan karyanya berbahan tenun ikat kediri.

Priyo Oktaviano desainer kelahiran Kediri yang sangat mencintai wastra Indonesia. Berbagai karya desainnya berbahan wastra disajikan oleh Priyo menjadi desain yang muda dan terkadang juga mewah dan elegan. Priyo mendirikan merek Spouse di Jakarta dan kerap menghadiri pagelaran busana nasional dan internasional.

Dalam Dhoho Street Fashion 7th ini, Ia menampilka Ibu Pertiwi by Priyo Oktaviano. Ibu merengkuh segala beda, segala keragaman menjadi jalinan keluarga yang harmonis. Peran ibu sebagai tempat kembali, tempat berpeluk, dan tempat semua berawal. Hal inilah yang menginspirasi koleksi Ibu Pertiwi by Priyo Oktaviano kali ini. Tampilan anggun, feminin, dan karakter kesopanan khas Timur yang terinspirasi dari almarhumah ibunya mewarnai koleksi kali ini.

Ia menampilkan busana yang resmi dan banyak tertutup untuk merealisasikan busana khas Timur yang elegan. Busana ini dipersembahkan untuk perempuan dewasa dan matang dalam pemikiran. Pemilihan warna-warna alam misalnya hijau olive, kuning, orange peach. Sedangkan dari second line SPOUS dengan gaya anak muda menampilkan koleksi Childhood Remeniscence. SPOUS merupakan kepanjangan nama Stevanus Priyo Oktaviano Umar Slamet.

Selanjutnya, Era Soekamto. Selain batik dan fashion designer yang tergabung di Ikatan Perancang Mode Indonesia dari tahun 1999, adalah Nusantara Wisdom Consultant yang kerap mengangkat nilainilai Nusantara di setiap karyanya, dan Ia menyambungkan sejarah dengan karya yang relevan pada masa kini melalui berbagai creative spectrum dan medium.

Kadhiri Kerajaan Kadiri atau Kediri disebut juga sebagai Panjalu, adalah sebuah kerajaan Hindu–Buddha yang terdapat di Jawa Timur, Indonesia, antara tahun 1019-1222 dan merupakan salah satu kerajaan hasil pembelahan yang juga didirikan oleh Raja Airlangga. Raja Airlangga membagi wilayah untuk kedua putranya menjadi kerajaan Khadiri dan Panjalu untuk menjaga keseimbangan dan perdamaian. Raja yang berlatar belakang Jawa dan Bali didarmakan sebagai Dewa Wisnu dengan filosofi Trisula yaitu TriHitakarana, kehidupan harmonis manusia dan manusia, manusia kepada Tuhan dan manusia dengan alam. Motif Trisula berbentuk segitiga seperti tumpal menggambarkan suluk atau tanjakan spiritual, mencapai kesadaran diri yang sejati atau ”KaDhiri”. Masuklah ke dalam diri dalam kesadaran Tuhan yang menyemesta sepenuhnya. 24 Koleksi tenun dipersentasikan dengan gaya ethnic modern dengan sentuhan Jawa Bali dan Kerajaan Majapahit.

Wignyo Rahadi, tertarik dengan kerajinan tenun sejak 1995, berkreasi dengan kain tenun ATBM membuat busana siap pakai sehingga dikenal sebagai pelopor kemeja tenun SBY sejak tahun 2006. Dengan terus merevitalisasi kerajinan tenun tak hanya mengarah pada perkembangan TENUN GAYA namun juga menuai berbagai apresiasi dari tingkat nasional hingga international dan karyanya telah ditampilkan dalam pameran dan fashion show di beberapa negara.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita