Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
News

Outbond Media Dirgantara 2022, Puluhan Awak Media Rasakan Sensasi Saat Meliput di Medan Konflik

Sementara perwakilan media Anton dari RRI mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengalaman, keterampilan, sekaligus menjadi bekal ketika suatu saat harus meliput di daerah konflik.

“Kami sangat mengapresi kegiatan yang dilakukan Dispenau. Terima kasih juga kepada Wing Komando I Kopasgat yang telah memberikan ilmu, keterampilan dan pengalaman meliput di daerah perang dengan aman,”kata Anton.

Hal berbeda disampaikan oleh reporter televisi SEA Today Addin. Dirinya merasakan ekspektasi yang luar biasa saat mengikuti Outbound Media Dirgantara 2022. Awal mengikuti kegiatan, dirinya mengira kegiatan ini seperti layaknya kegiatan Outbound kebanyakan.

“Ekspektasi awalnya outbound ini biasa-biasa saja, seperti fly fog dan sejenisnya, ternyata diluar ekspektasi, teman-teman jurnalis termasuk saya merasakan bagaimana teman-teman dari Kopasgat begitu terampil melakukan pengamanan, sekaligus melumpuhkan musuh, melakukan dua tugas sekaligus yang tidak semua pasukan bisa melakukan hal tersebut,” ujar Addin.

Addin berharap, materi pelatihan yang diterima oleh para jurnalis dapat berguna, sewaktu-waktu ditugaskan di suatu wilayah konflik.

“Mudah-mudahan apa yang saya dan teman-teman jurnalis dapatkan bisa berguna. Tidak ada yang ingin terjadi konflik, hanya kalau terjadi konflik kami sudah memiliki kemampuan melakukan peliputan di area konflik tersebut,” ungkap Addin.

Selain untuk meningkatkan silaturahmi TNI AU dengan media massa, Outbound Media Dirgantara 2022, sekaligus untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang peliputan di daerah konflik kepada awak media massa.

Latihan yang pertama adalah latihan menembak dengan menggunakan senjata api laras panjang. Peserta dibagi menjadi 10 orang setiap kelompoknya. Setiap kelompok mendapat giliran untuk menembakkan senjata api sebanyak 5 butir peluru untuk satu peserta. Setiap orang di dalam kelompok didampingi oleh seorang anggota dari Wing 1 Kopasgat sebagai instruktur teknik membidik dan menembak dengan baik, serta keselamatan. Para peserta menembak dengan pose crouch (meringkuk) di tanah dengan jarak sasaran sejauh 25 meter.

Berikutnya para awak media latihan simulasi peliputan patroli regu mekanis menggunakan ranpur atau rantis bersama dengan anggota Wing 1 Kopasgat yang perannya sebagai pendamping wartawan dalam meliput di medan konflik. Sebelum latihan dimulai, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok berisikan 10 orang. Kemudian Bintara Operasi dan Latihan Wing 1 Pasgat Serka Amin Nur Hidayat memberikan briefing atau instruksi singkat mengenai perihal sikap dan teknik bermanuver menggunakan ranpur atau rantis dengan tepat mencakup teknik turun dari ranpur atau rantis dan berlindung dengan selamat dalam situasi blokade (penghalang) oleh musuh, serta teknik berjalan atau berpindah tempat dengan aman bersama anggota pendamping.

Latihan yang ketiga adalah latihan meliput dengan taktik pertempuran regu anti gerilya yang dilaksanakan dengan berjalan kaki. Masing-masing peserta dari tiap-tiap kelompok mendapatkan satu pendamping yang merupakan anggota Wing 1 Kopasgat dan kemudian diarahkan untuk menerapkan teknik-teknik keselamatan dengan bermanuver dibalik pendamping dalam setiap kondisi atau situasi, termasuk apabila ada ambush atau serangan gerilya.

Latihan yang keempat adalah latihan meliput dalam situasi pertempuran jarak dekat. Dalam latihan ini 3 peserta dipilih dari setiap kelompok untuk ikut bersama dengan regu latih yang telah dipilih untuk mengikuti simulasi dan mempelajari teknik-teknik meliput yang aman dalam situasi tempur jarak dekat yang membutuhkan tingkat kewaspadaan tinggi.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita