Nyai Makkiyah Dalam Serpihan Tinta
Ning Dina melanjutkan, jika dilihat dari sosok nyai Makkiyah yang dituliskan dalam buku tersebut, dirinya mencurahkan perasaan yang pertama kali muncul ketika membaca sampai pada halaman 75-76.
“Saat sampai di halaman tersebut, saya berhenti membaca buku tersebut sampai satu hari. Baru setelah hari berlalu selanjutnya saya sanggup membaca. Karena itu merupakan detik-detik wafatnya beliau. Dalam halaman tersebut, begitu detail menjelaskan detik-detik wafatnya ibu nyai Makkiyah. Saya tidak bisa membayangkan proses menulis beliau di halaman tersebut, karena sebagai pembaca saya tidak kuat,” imbuhnya.
