Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Memaknai Istiqomah Dalam Serpihan Bunga di Taman Dalail

Catatan Kehilangan

Lebih lanjut, Ning Dina meneruskan, jika ingin melihat dari sudut pandang tulisan, buku ini bergenre sastra. Sehingga, jika merasakan sebuah kehilangan, akan ada satu rasa yang mungkin terjadi pada suatu orang. Rasa itu ada yang merasakan hal yang sama dan ada yang berbeda.

“Sebagai penulis, saya merasa yang paling cocok mendefinisikan rasa kehilangan adalah dengan kata sepi. Saya membuat beberapa catatan dari buku tersebut dan saya berikan judul Manaqib perempuan istimewa dariSabarajin: Mulia di Bumi dan Langit, isinya lebih kepada testimoni,” katanya melanjutkan.

Dari catatan tersebut, Ning Dina mengkorelasikan sosok Nyai Makkiyah dengan Dalailul Khairat. Melanjutkan kembali, ia menuturkan bahwa penulis dan Nyai Makkiyah sudah mengenal sejak SD. Juga sosok Nyai Makkiyah sudah mengenal bacaan Dalail dan mengamalkannya.

Sudah mengenal bacaan Dalail sejak kecil dan diteruskan hingga akhir perjalanan di dunia, merupakan sebuah keIstiqomahan yang patut untuk ditiru.

“Orang yang sudah Istiqomah, seakan-akan yang menghormati tidak perlu manusia, tapi seluruh alam. Beliau di usia remaja, dewasa dan menikah, dan masih punya waktu longgar beliau menghafal dan membaca Dalail Khairat sampai khatam. Kira-kira butuh tiga jam untuk Khatam,” jelasnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita