SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Sembilan janji kampanye Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak yang terangkum dalam Nawa Bhakti Satya telah berhasil diwujudkan. Visi yang telah dicanangkan sejak masa kampanye tersebut telah mampu diwujudkan melalui berbagai program kerja yang terukur dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemprov Jatim.
Pencapaian target IKU Jawa Timur hingga Februari 2023 ini tercatat telah melebihi target. Secara rinci, terdapat 11 Indikator Kinerja Utama (IKU). Yakni dalam Indeks Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Theil, Persentase Penduduk Miskin, Indeks Gini, Indeks Pembangunan Gender, Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Indeks Reformasi Birokrasi, Indeks Kesalehan Sosial, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, serta Indeks Resiko Bencana.
“Ini merupakan pencapaian kolektif pemerintah dan seluruh elemen masyarakat serta stakeholder dan instansi lain yang telah bermitra dengan kita. Tentunya ada rasa haru, selama empat tahun ini ada banyak sekali hal yang kita capai bersama,” ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di Ruang Kerja Wagub Gedung Negara Grahadi, Kamis (23/2).
Lebih lanjut disampaikan Emil panggilan akrab Wagub Jatim itu, berdasarkan capaian IKU Jatim, indeks pertumbuhan ekonomi Jatim mampu bergerak progressif kendati dalam tekanan pandemi dan resesi global. Pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Jatim terdongkrak hingga 5,34% setelah pada tahun 2020 mengalami kontraksi sangat dalam hingga -2,33%. Capaian pertumbuhan ekonomi Jatim di tahun 2022 ini telah melebihi target minimum di tahun yang sama sebesar 4,42%.
“Pencapaian ini tidak hanya istimewa lantaran tumbuh signifikan, tetapi juga karena pertumbuhan ekonomi Jatim lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional di angka 5,31%,” jelas Wagub Emil.
Capaian IKU yang kedua ialah Indeks Theil atau ketimpangan wilayah yang berhasil mencapai angka di bawah 0,4 atau tergolong ketimpangan rendah. Indeks ketimpangan wilayah pada saat Khofifah memimpin di tahun pertama mencapai 0,3179 dan menurun pada tahun 2021 menjadi 0,3123.
Ketiga, keberhasilan dalam bidang penurunan angka kemiskinan juga dibuktikan duet Khofifah – Emil dengan penurunan angka kemiskinan 0,10% dari 10,59 pada September 2021 menjadi 10,49 pada September 2022. Dari angka tersebut, penurunan kemiskinan menyasar 23,09 ribu penduduk Jatim.
“Alhamdulillah, angka kemiskinan di Jatim telah berhasil ditekan hingga mendekati kondisi sebelum Pandemi Covid-19,” imbuhnya.
Capaian menggembirakan juga ditunjukkan pada indeks gini atau ketimpangan pengeluaran penduduk Jatim yang turun 0,001 dari 0,366 pada maret 2020 menjadi 0,365 pada September 2020. Jatim menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa yang selama periode tersebut berhasil menurunkan indeks gini.
Sedangkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jatim pada tahun 2021 sebesar 91,67 berhasil melampaui IPG Nasional sebesar 91,27. Selama kepemimpinan Khofifah – Emil, IPG Jatim terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2019, IPG Jatim berada di angka 90,91 dan di tahun 2020 naik menjadi 91,07.
Selain IPG, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim yang juga secara konsisten naik dari tahun pertama Khofifah – Emil memimpin tahun 2019 hingga tahun 2022. Secara berurutan, kenaikan IPM Jatim pada 2019 berada pada angka 71,50, tahun 2020 sebesar 71,71, tahun 2021 sebesar 72,14 dan tahun 2022 sebesar 72,75. Capaian ini juga telah memenuhi target minimum tahun 2022 sebesar 72,28.
