“Wisata Ngebel saat ini sangat ramai dengan hadirnya water fountain. Monumen Reog dan Museum Peradaban tahun ini akan mulai dibangun,” terangnya.
Selain itu, upaya Pemkab Ponorogo mendaftarkan Reog Ponorogo masuk daftar Warisan Budaya tak Benda (WBtB) UNESCO dan Kabupaten Ponorogo masuk jaringan kota kreatif UNESCO terus dilakukan.
Dua upaya yang tidak hanya mengangkat martabat kebudayaan Ponorogo, namun juga bisa berdampak positif bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Di saat bersamaan, kabar baik datang dari Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) yang masuk kalender Kharisma Event Nusantara 2022.
Untuk kedua kalinya di tahun 2023 masuk Kembali, bahkan menjadi event terbaik kedua KEN 2023.
“Festival Reog baru pertama kali masuk KEN 2022 sudah menjadi yang terbaik ke-2,” ucapnya.
Sektor Infrastruktur
Pembangunan dan perbaikan jalan menjadi fokus perhatian Pemkab setiap penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). Beban berat kerusakan jalan sedikit terurai dengan telah diperbaikinya 51 titik jalan pada tahun 2022. 35 persen sisa jalan rusak, ditargetkan akan tuntas pada pembangunan di tahun 2023 dan 2024.
“Tadi sudah dijelaskan Pak Jamus pembangunan jalan pada 2021 dan 2022. PR kita yang 34 sampai 35 persen jalan rusak akan kita kerjakan 2023 dan 2024,” jelasnya.
Tidak hanya membangun jalan, tak kalah pentingnya, wajah kota Ponorogo semakin cantik dengan program face off segi empat emas. Jl. HOS Cokroaminoto pada 2021 serta Jl. Jendral Sudirman dan Urip Sumoharjo di tahun 2022 selesai dipercantik. Dimana saat ini menjadi jujukan masyarakat Ponorogo untuk menikmati keindahan kota pada waktu malam. Ekonomi bergerak dan masyarakat mendapatkan ruang berkumpul baru di tengah kota.
Prestasi dan Penghargaan
Selain capaian diatas, berbagai penghargaan juga diraih Pemkab Ponorogo pada 2022. Mulai dari Kabupaten Layak Anak kategori Madya, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10 kali berturut-turut, Kabupaten Sehat, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award, dan lain sebagainya.
Pun demikian, Kang Giri dan Bunda Rita tak lepas-lepasnya tetap mengharap dukungan dan doa dari semua pihak, utamanya dari masyarakat Ponorogo, karena amanah yang diembanya dengan mimpi besarnya tersebut tak akan tercapai apabila tidak mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Ponorogo.(Adv)
