Dalam hal sifat Keterbukaan, ICMI mengembangkan organisasi berbasis Kebebasan, Kemandirian, dan Kekeluargaan. Dalam hal Keilmuan, ICMI mengembangkan Kepakaran, Kecendekiawanan, dan Kebudayaan para anggotanya. Dalam hal Keislaman & Keindonesiaan, ICMI mengembangkan organisasi dengan basis Keislaman dengan senantiasa menghormati perbedaan dan kebhinikaan sebagai kekayaan yang berharga untuk dijaga bersama-sama secara harmonis.
Sampai di level ini kita bisa memahami betapa ICMI sangat berkonsentrasi membangun kualitas SDM di satu sisi, dan menebar kemaslahatan di sisi lain. Bahkan dilakukan secara bersamaan antara membangun kualitas SDM dengan menebar kemaslahatan ummat dan bangsa.
Untuk kegiatan, ICMI memiliki 5 domain kegiatan, baik di level nasional maupun wilayah dan daerah. 5 domain kegiatan tersebut adalah;
Pertama; Meningkatkan mutu komitmen dan pengamalan keimanan-ketaqwaan, kecendekiawanan, dan kepakaran para anggota melalui peningkatan pembelajaran dan koordinasi sistem jaringan informasi dan komunikasi di dalam maupun di luar negeri.
Kedua; Mengembangkan pemikiran, menyelenggarakan penelitian dan pengkajian yang inovatif, strategis, dan antisipatif dalam rangka mempengaruhi kebijakan publik serta berupaya merumuskan dan memecahkan berbagai masalah strategis lokal, regional, nasional dan global.
Ketiga; Menyelenggarakan berbagai kegiatan pemberdayaan dan advokasi kebijakan di bidang sosial, ekonomi, hukum, dan budaya dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan martabat rakyat kecil dan kaum yang lemah guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Keempat; Berperan aktif mengembangkan sistem pendidikan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam rangka mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa, khususnya umat Islam Indonesia
Kelima; Mempublikasikan dan mengkomunikasikan hasil-hasil pemikiran, penelitian, kajian, dan inovasi bekerjasama dengan berbagai kalangan, baik perorangan, lembaga, perhimpunan, pemerintah maupun swasta.
Dengan penjelasan agak panjang ini maka dapatlah disimpulkan bahwa ICMI memang tidak mengambil peran langsung dalam perpolitikan nasional dalam bentuk politik praktis. Tetapi sebagai civil society, ICMI pastilah akan mewarnai dan mempengaruhi kebijakan-kebijakan publik, baik dalam tataran pengusulan, pembahasan, perumusan, pelaksanaan, dan pengawasanya.
Maka untuk menjawab pertanyaan; apa yang dilakukan ICMI di tahun politik ini? Maka jawabannya adalah; bahwa ICMI akan berada dan eksis pada posisi mengawal agar dalam proses politik semuanya terjamin dalam kondisi baik-baik saja.
Dalam hal pembangunan SDM berkualitas, ICMI akan mengawal dan mendorong agar seluruh rakyat Indoneia tidak tergoda dan terbeli oleh politik uang. Mereka menjadi warga negara yang berkualitas, mandiri, independen dan bebar dalam menentukan pilihan tanpa rasa takut dan intimidasi dalam benyuk apapun.
Tentu saja hal ini perlu dilakukan pembahasan menadalam dalam forum diskusi yang lebih gayeng dengan para pakar yang ada di ICMI. Saya tidak punya kapasitas untuk meramalkan, apalagi menyimpulkan pasti begini, pasti begitu.
Makanya ikuti terus perkembangan demi perkembangan.
Bahwa jika pada saatnya nanti banyak tokoh ICMI lagi yang masuk dalam kabinet maupun kepemimpinan strategis lainnya, tentu hal itu sebuah keniscayaan bagi proses politik yang normal dan berkualitas. Karena dalam situasi normal dan berkualitas, sistem politik akan menseleksi dan mensortir secara otomatis kader-kader mana yang berkualitas dan mana yang kurang jelas.
