Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Momen IWD 2023, KPS2K: Teknologi Digitalisasi Tanpa Melupakan Mereka yang Miskin

Dan berkaitan dengan KSBG ini bentuknya terbanyak berkaitan dengan mengontrol atau menekan perempuan, seperti penyebaran konten porno dan pendekatan untuk memperdaya (grooming) agar mendapatkan keuntungan seksual.

Isu teknologi digital berdampak pada dua kondisi yang saling berseberangan, antara mendorong kemajuan di segala aspek dan menimbulkan dampak negatif pada kelompok-kelompok yang terpinggirkan dan rentan seperti perempuan, anak, disabilitas.

“Sehingga mengambil momen International Women Day (IWD) 2023 ini kita melakukan upaya untuk mengedukasi pada seluruh pihak baik pembuat kebijakan dan masyarakat dari segala segmen agar dapat menciptakan strategi-strategi baik yang berupa pemberdayaan maupun perlindungan terutama pada kelompok-kelompok yang tersebut di atas,” papar Iva.

Mengatasi kesenjangan akses teknologi dan internet bagi perempuan, disabilitas dan kelompok marjinal membutuhkan berbagai upaya dan inovasi. Atas dasar poin-poin yang dipaparkan maka penting menyuarakan dan merekomendasikan agar semua pihak dapat mendorong adanya peningkatan infrastruktur, pendidikan dan pembangunan kebudayaan untuk percepatan pembangunan teknologi dan internet.

“Tidak hanya itu saja, tapi juga perlu memberikan dan mengutamakan affirmative action atau perlakuan khusus bagi kelompok-kelompok yang paling tertinggal yaitu perempuan miskin, disabilitas dan kelompok marjinal agar mereka tidak semakin jauh mengalami kesenjangan karena kemajuan teknologi digitalisasi ini,” tegas dia.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengingatkan bahwa, dengan meningkatnya kemajuan teknologi digitalisasi ternyata masih ada yang mengalami kesenjangan karena dianggap tidak mampu mengaksesnya dengan segala macam faktor penyebab, kelompok ini yang ingin diselamatkan melalui publikasi dan sosialisasi inovasi teknologi digital yang inklusif yaitu teknologi digitalisasi yang ramah pada kelompok perempuan, anak, disabiitas dan minoritas (sosial inklusi).

“Mendukung pemerintah pusat, daerah, desa untuk mewujudkan kesetaraan gender 2030 dengan memperkuat perencanaan dan penganggaran program pembangunan yang berpihak pada kelompok GEDSI, memperkuat kolaborasi semua pihak untuk meningkatkan akses pada kelompok GEDSI (Kesetaraan, Gender Perempuan, Disabilitas, Lansia, Minoritas/Inklusi Soial),” urainya.

Sedangkan kegiatan IWD ini diselenggarakan serentak pada tanggal 8 Maret 2023 mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB di 10 wilayah yang menjadi jangkauan program INKLUSI yaitu Jawa Timur, Jakarta, Padang, Banten, Bali, Lombok, Kupang, Pangkajene Kepulauan, Mamuju, Morotai. Untuk kegiatan Peringatan Hari Perempuan Internasional di Jawa Timur, dipilih dua lokasi sebagai berikut :

1. Lumajang: Desa Oro-Oro Ombo Pronojiwo dengan agenda pembentangan spanduk dan Orasi oleh Sekolah Perempuan Lumajang, dan
2. Gresik : Pawai Budaya 100 perempuan yang tergabung di Sekolah Perempuan Gresik dan Organisasi perempuan berpakaian tradisional di Alun-Alun Kota Gresik.

Sebagai penanggungjawab dalam penyelenggaraan di tingkat Jawa Timur adalah organisasi Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K) yang selama ini telah konsen di bidang pemberdayaan perempuan komunitas akar rumput.

“KPS2K dalam peringatan IWD tahun ini juga bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dan Pemerintah Kabupaten Lumajang serta pemerintah desa di 20 wilayah Sekolah Perempuan di jangkauan pendampingan programnya,” sebutnya.

Perwakilan dari anggota Sekolah Perempuan Gresik, Siska yang berasal dari desa Kramatinggil dalam orasinya menyampaikan, “Peringatan Hari Perempuan Internasional, kami mewakili perempuan Indonesia mengingatkan semua pihak dengan melakukan upaya meningkatkan kemajuan teknologi digitalisasi.”

“Karena sejauh ini, masih banyak ditemukan kaum perempuan mengalami kesenjangan dan ketertinggalan. Dan dianggap tidak mampu menjangkau teknologi canggih, banyak faktor kendala.”

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita