Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan antara lain Nesya Anjab & Nabila Desbang selaku Kepala Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Anang (Seksi Pemasaran & Parekraf Jakarta Timur), Jarenta Sinaga (GM Operasional Commercial Retail 1 Sedayu City) dan Fahmi Idris (Perwakilan Daya Makara Universitas Indonesia).
“Perwakilan Daya Makara Universitas Indonesia ikut mendukung hadirnya Born Startraining Centre Indonesia-Korea dalam menyiapkan generasi muda Indonesia untuk berkiprah di dunia hiburan yang tidak hanya di Indonesia, tapi juga internasional. Melalui Born Startraining Centre diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat dan mahasiswa UI dalam mengembangkan kepribadiannya sesuai dengan bakat dan talentanya,” imbuh Fahmi Idris sumringah.
Sementara itu, Jarenta Sinaga selaku GM Operasional Commercial Retail 1 Sedayu City menilai salah satu alasan pihaknya melakukan partnership dan memberi ruang pada Born Startraining Center adalah fenomena Korean wave di Indonesia sangat melonjak, terlebih lagi pada kalangan remaja mulai dari music, dance, fashion, sampai pada lifestyle.
“Pada tahun 2019, Twitter mengumumkan daftar negara yang paling banyak men-tweet terkait artis Kpop sepanjang tahun 2019 dan Indonesia berada pada peringkat 3 setelah Thailand dan Korea Selatan. Sedangkan untuk penayangan video-video K-pop di Youtube berdasarkan negara, Indonesia menempati posisi ke-2 dengan persentase 9.9%. Dengan adanya hal tersebut maka kami melihat bahwa Born Star Training Center ini memliki adanya peluang untuk para remaja untuk mengembangkan potensi dalam diri mereka seperti menyanyi, menari, dan dalam menjalankan sebuah peran,” tandas Jarenta Sinaga. (Rudi_Kanalindonesia.com)
