Dipuncak acara, momen sedekah bumi itu menghadirkan seorang tausiyah ternama dari desa setempat, yakni KH.Basori, dalam tausiyahnya kyai Basori mengupas tentang sejarah terbentuknya sebuah negara. Pihaknya mengatakan,”sebelum negara ini terbentuk, sebelumnya adalah suatu kerajaan, sebelum Kerajaan adalah sebuah kekhalifahan hingga sampai zaman Nabi,”paparnya.
“Artinya, kita yang hidup di zaman sekarang agar tidak melupakan jasa Kholifah dan para perjuangan terdahulu. Atas jerih payahnya, mewariskan budi pekerti yang luhur, adat istiadat, tata krama yang baik, terhadap sesama, sehingga kita dapat mengimplementasikan di kehidupan di era milenial ini,”pungkasnya.
Hadir dalam momentum sedekah bumi di Desa Pedagangan, Camat Wringinanom, Dwi Purbo, Kepala Desa Pedagangan, Harun, BPD, LPMD, dan unsur lembaga desa serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Sekedar informasi, dalam perhelatan ruwat desa itu juga disampaikan pejabat kepala desa dari masa ke masa, hal tersebut, untuk memberikan pengetahuan kepada generasi muda sekarang sejarah pejabat kepala desa terdahulu. Sejak tahun 1930 hingga sekarang, Desa Pedagangan dipimpin oleh 7 Kepala Desa.
Pada tahun 1930 Desa Pedagangan dipimpin oleh, Kaserun, dengan masa bhakti 1930 hingga tahun 1945. Yang kedua, Kerto Djojo dengan masa bhakti 1945 hingga tahun 1955. Yang ketiga, Braham dengan masa bhakti 1955 hingga 1963. Yang keempat, G.Mulyoto, dengan masa bhakti 1965 hingga 1991. Yang kelima, H.Marli, dengan masa bhakti 1991 hingga 2007. Yang keenam, H. Supranoto dengan masa bhakti, 2007 hingga 2019 dan yang terakhir adalah, Harun dengan masa bhakti tahun 2019 hingga sekarang. (Irwan_kanalindonesia.com)
