Masa Penahanan 10 Tersangka Kasus Suap Pembangunan Jalur Kereta Kemenhub Diperpanjang

- Editor

Senin, 1 Mei 2023 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Masa penahanan sepuluh orang tersangka yang ditahan KPK dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan dan perawatan jalur kereta api di Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2018-2022 diperpanjang.

Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) Ali Fikri menyampaikan, jika penahanan ke sepuluh orang tersangka tersebut akan diperpanjang selama 40 hari ke depan.

“Masing-masing selama 40 hari kedepan, terhitung mulai 2 Mei 2022 sampai dengan 10 Juni 2023 di Rutan KPK,” ucap Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/04/2023) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditambahkan Ali Fikri, bahwasanya perpanjangan penahanan ke sepuluh tersangka dilakukan dikarenakan penyidik masih perlu mengumpulkan alat bukti.

Baca Juga :  Jurnalis KOMPAK Berkurban 4 Sapi dan 2 Kambing

“Agar alat bukti dapat dikumpulkan dengan maksimal,” terangnya.

Dari sepuluh tersangka tersebut 6 diantaranya adalah penerima suap yaitu Direktur Prasarana pada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan Harno Trimadi; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Bagian Tengah Bernard Hasibuan; Kepala BTP Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya; PPK BTP Jawa Bagian Barat, Syntho Pirjani Hutabarat; PPK Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan, Achmad Affandi; PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian, Fadilansyah.

Kemudian empat orang pemberi suap yaitu Direktur PT Istana Putra Agung (IPA), DIon Renato Sugiarto; Direktur PT Dwifarita Fajarkharisma, Muchamad Hikmat; dan Direktur PT KA Manajemen Properti (sampai Februari 2023), Yoseph Ibrahim.

Baca Juga :  Jurnalis KOMPAK Berkurban 4 Sapi dan 2 Kambing

Diketahui, kasus dugaan suap pembangunan dan perawatan jalur kereta ini dibongkar KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada 12 April lalu. Operasi senyap tersebut digelar di Jakarta, Depok, Semarang, dan Surabaya.
Dalam perkara ini, Harno diduga menerima suap Rp 1,2 miliar yang digunakan untuk keperluan tunjangan hari raya (THR).

Dalam proses penyidikan, KPK menggeledah kantor Kemenhub, kantor DJKA, rumah kediaman para tersangka, dan kantor pihak swasta yang menjadi rekanan pada Kamis (13/4) hingga Jumat (14/04/2023) lalu.

“Seluruhnya (barang bukti uang) setara senilai Rp 5,6 miliar rupiah,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (17/4/2023).(tim)

Berita Terkait

Gugatan PT Best Chrusher Sentralindojaya Ditolak PN Surabaya
Menkumham Terima Gelar Adat kerajaan Gowa
MKMK Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Konstitusi
Perkuat Layanan Hukum Bidang Perdata, BPJS Kesehatan Teken MoU Dengan Kejari Surabaya
Bertemu Presiden Jokowi, Khofifah dan Rektor Unair Serahkan Konsep untuk Indonesia Maju 2034
Pentingnya Melestarikan Modal Alam Biru Melalui Inisiatif Strategis
Mantan Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Netizen Tidak Sebar Berita Hoaks Terkait Kasus Vina
Mantan Kapolres Cirebon Kota 2002-2005 Klarifikasi Terkait Tudingan Terhadap Keluarga Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:20 WIB

Gugatan PT Best Chrusher Sentralindojaya Ditolak PN Surabaya

Jumat, 14 Juni 2024 - 12:28 WIB

Menkumham Terima Gelar Adat kerajaan Gowa

Kamis, 13 Juni 2024 - 07:16 WIB

MKMK Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Konstitusi

Rabu, 12 Juni 2024 - 21:41 WIB

Perkuat Layanan Hukum Bidang Perdata, BPJS Kesehatan Teken MoU Dengan Kejari Surabaya

Selasa, 11 Juni 2024 - 21:21 WIB

Bertemu Presiden Jokowi, Khofifah dan Rektor Unair Serahkan Konsep untuk Indonesia Maju 2034

Selasa, 11 Juni 2024 - 20:32 WIB

Pentingnya Melestarikan Modal Alam Biru Melalui Inisiatif Strategis

Senin, 10 Juni 2024 - 15:41 WIB

Mantan Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Netizen Tidak Sebar Berita Hoaks Terkait Kasus Vina

Minggu, 9 Juni 2024 - 08:35 WIB

Mantan Kapolres Cirebon Kota 2002-2005 Klarifikasi Terkait Tudingan Terhadap Keluarga Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Bank Jatim Perluas Kerja Sama dengan Tugu Insurance

Rabu, 19 Jun 2024 - 22:46 WIB