Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JABAR

Halal Bi Halal Menjadi Penyemangat untuk Semakin Meningkatkan Kesadaran, Disiplin, dan Loyalitas

“Saya atas nama pribadi dan keluarga besar Yayasan PSGJ, Kami menghaturkan mohon maaf lahir dan batin atas kekhilafan yang tidak disengaja, tutur kata yang kurang pantas, dan perilaku yang kurang berkenan. Bukakanlah pintu maaf seluas-luasnya dengan hati yang ikhklas” imbuhnya.

Halal bi halal yang sekarang ini bertepatan dengan hari Pendidikan nasional dengan ajarannya yaitu ing karso nung tuloddo yang berarti menjadi seorang pemimpin harus memberikan suri tauladan. Untuk memberikan suri tauladan diperlukan suatu kejujuran.

Yang kedua ing madyo mangun kerso yang artinya seseorang ditengah kesibukannya harus juga membangkitkan semangat. jangan kita mudah terajak, tergoda oleh kehidupan dunia yang isinya hanya permainan dan senda gurau belaka.

Yang ketiga adalah tut wuri handayani yang artinya seseorang harus bisa memberikan dorongan moral dan semangat kerja, kita harus menghilangkan penyakit hati, penyakit dengki.

Kegiatan yang dihadiri oleh 600 lebih sivitas akademika UGJ diisi dengan tausiah dari K.H. Ahsan Haririe selaku Pembina Majlis Ta’lim Birulwalidain Arjawinangun, beliau menyampaikan bagaimana kita memaknai Idul Fitri, yang dalam kesehariannya adalah kita harus menjadi orang yang jujur, peduli dan saling menghargai satu dengan yang lainnya. Idul Fitri ini mengandung pengertian dan makna Kembali kepada kesucian, kembali kepada asal kejadian, dan kembali kepada ajaran yang benar.

“Secara vertical minal aidzin wal faidzin, secara horizontal mohon maaf lahir dan batin. Karena ada hak adam, kita tidak bisa masuk surga dengan lenggang, maka dengan sepenuh hati kita ucapkan mohon maaf lahir dan batin”, ucapnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita