Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Lifetrend

Kisah Cinta dengan Seorang Presiden yang Hampir Dipecat

Review Serial Film 10 Episodes “Impeachment” (2021)

Oleh : Denny JA
Penulis adalah Konsultan Politik, Founder LSI-Denny JA, Penggagas Puisi Esai, Sastrawan, Ketua Umum Satupena, dan Penulis Buku

“Kesalahan saya adalah jatuh cinta. Dan kebetulan saya jatuh cinta pada seorang presiden Amerika Serikat.”

Kalimat ini dinyatakan Monica Lewinsky dalam Ted Talk di tahun 2015. Ia mengenang peristiwa 20 tahun lalu, ketika usianya masih 22 tahun.

“Betapa lugunya saya saat itu. Dalam usia 22 tahun, saya terpesona, saya jatuh cinta, dan saya merasa cinta saya berbalas.”

“Namun akhirnya saya menjadi korban yang dipermalukan, diberitakan berbulan- bulan di seluruh media besar, yang membuat saya hampir bunuh diri.”

Tak ia duga, saat itu, keluh kesahnya kepada seorang sahabat mengenai kisah cinta rahasianya dengan Bill Clinton di tahun 1995-1997 itu berefek panjang. Temannya, Linda Tripp, merekam pembicaraan itu.

Hasil rekaman diberikan oleh Linda Trip kepada biro investigasi. Ujungnya: proses pemecatan Bill Clinton sebagai presiden Amerika Serikat.

Yang membuat Clinton memenuhi syarat untuk dipecat bukan karena hubungan cinta dan skandal seksnya. Ujar Clinton: “Presiden Kennedy melakukan hal yang sama.

Yang menjad masalah konstitusi itu karena Bill Clinton sempat berbohong saol kisah cintanya. Padahal saat itu, ia diminta keterangan di bawah sumpah oleh biro investigasi.

Clinton awalnya membantah aneka kisah cinta dan skandal seks itu. Tapi setelah bukti dan rekaman tersedia, terutama jejak spermanya di baju Monica Lewinsky, Clinton akhirnya mengaku, walau tetap menyatakan. “Tindakan saya itu tetap tak bisa didefinisikan sebagai “hubungan seksual,” sesuai definisi hukum.”

Berbohong di bawah sumpah dan upaya menghalangi proses keadilan dianggap tindakan yang memenuhi syarat untuk dipecat sebagai presiden.

Tapi hari itu, 20 tahun kemudian, tampil Monica Lewinsky yang berbeda. Kini ia penuh percaya diri, bercerita soal buruknya pembunuhan karakter dunia internet. Monica menjelma menjadi aktivis yang memberi semangat kepada korban yang di-bully.

Ini monica lewinsky yang berbeda. Ia berhasil mengatasi depresi berat, melawan kehendak bunuh diri, dan menjelma aktivis dan motivator.

Ketika Monica menyelesaikan pidatonya, pengunjung berdiri memberikan standing applaus. Saya yang menonton pidato itu di Youtube, juga berdiri tepuk tangan, memberikan penghargaan pribadi atas kemampuannya mengubah diri.

Tiga hari berturut-turut saya menyediakan waktu menonton 10 episodes @ 50 menit film impeachment ini. Ketika peristiwa itu terjadi di tahun 1995-1997, lalu meledak di tahun 1998, saya sedang belajar di Amerika Serikat.

Menonton serial film ini, membangkitkan kembali masa-masa saya ketika menjadi mahasiswa. Kadang dosen menjadikan kasus ini sebagai bahan diskusi di kelas.

Seri film “Impeachment: American Crime Story” adalah adaptasi dari buku Jeffrey Toobin “A Vast Conspiracy: The Real Story of the Sex Scandal That Nearly Brought Down a Presiden.”

Buku ini sangatlah detail menceritakan skandal hubungan antara Presiden Bill Clinton dan mantan stafnya, Monica Lewinsky.

Ryan Murphy segera menerjemahkan buku itu menjadi serial film 10 episode, di tahun 2021.

Beberapa pemain utama dalam seri ini adalah Clive Owen sebagai Bill Clinton, Beanie Feldstein sebagai Monica Lewinsky, dan Sarah Paulson sebagai Linda Tripp.

Film ini menampilkan detail-detail hubungan intim Bill Clinton dan Monica Lewinsky, skandal yang terjadi, dan proses pemecatan seorang presiden.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita