slot pulsa https://timeoutbengaluru.net https://arquidiocesiscali.org https://soundtrackmusicfestival.com https://handplanegoodness.com https://tandembar.net https://marineshelpingmarines.org https://humidifiermentor.com https://cabarethotspot.com https://cocos2d-objc.org https://vastico.com https://businessnextday.world https://smartbudsthrives.com https://westhollywoodlifestyle.com https://rwshomeservicecontracts.com https://stars-cash.com https://thesacredspirit.net https://worldheritagephl.org https://bestbodybuildingsupps.com https://austinlimousineservice.com https://kourtney-daily.com https://alcc-research.com https://sildenafilfp.com slot server thailand https://mycashbacksurveys.com https://rebelvps.com https://cms-bg.org https://posekretu.net https://allcastiron.com https://la-carpet-mattress-cleaning.com https://handjobvideo.org https://laveilleuse.org https://janpac.com https://cornishduck.com https://suprematextilonline.com https://insidestopandshop.us https://aqualifestyle-france.com https://hounslow-escorts.com https://aubergedechabanettes.com joker123 joker123 Top up ML slot server thailand slot gacor
Gelapkan Dana YPUMK Senilai Rp 24 Miliar, Polda Jateng Amankan 3 Tersangka

Gelapkan Dana YPUMK Senilai Rp 24 Miliar, Polda Jateng Amankan 3 Tersangka

Editor : ANDI SAPUTRA - Rabu, 24 Mei 2023 - 20:07 WIB

SEMARANG | KANALINDONESIA.COM – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng berhasil mengungkap kasus penggelapan dalam jabatan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di lingkungan Yayasan Pembina Universitas Muria Kudus (YPUMK).

Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio mengatakan, Polda Jateng berhasil mengungkap adanya konspirasi cukup besar yang terjadi di Yayasan Pembina Universitas Muria Kudus (YPUMK) dan mengakibatkan kerugian sebesar Rp24 milyar pada yayasan tersebut.

“Turut diamankan ketiga tersangka tersebut berinisial MA (48) warga Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Z (52) warga Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus dan LR (63) warga Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus,” ujarnya, Rabu (23/5).

Menurutnya, Dua di antaranya yaitu Z dan LR merupakan mantan pegawai YPUMK, sedangkan tersangka MA merupakan orang luar yayasan, namun memiliki peran krusial sebagai master mind dalam kasus tersebut.

“Tersangka MA ini walau dirinya bukan orang yayasan, namun berperan mempengaruhi, mengendalikan dan secara bersama dengan dua tersangka lainnya yang merupakan pengurus YPUMK melakukan konspirasi yang mengakibatkan kerugian terhadap yayasan,” jelasnya.

Baca Juga :  Satgas Pangan Pacitan Akan Jewer Pedagang Beras yang Melebihi Harga Eceran Tertinggi

Dwi Subagyo menuturkan, Kasus bermula berawal dari adanya rencana Pembentukan Fakultas Kedokteran di Universitas Muria Kudus dimana terdapat syarat untuk mempunyai Rumah Sakit. Berkaitan dengan hal tersebut dimulailah rencana pendirian sebuah Rumah Sakit di lingkungan YPUMK pada 2012 hingga 2016.

“Modus yang dilakukan ketiganya yaitu memanfaatkan rencana pembangunan Rumah Sakit di lingkungan YPUMK. Namun hingga 2016 progres pembangunannya hanya sebatas tiang pancang. Padahal sejak kurun waktu 2012 sampai 2016 pihak yayasan telah mengeluarkan dana kepada para tersangka guna pembangunan RS tersebut,” ujarnya.

Hingga akhirnya dari hasil audit, lanjutnya, yang dilakukan oleh pihak YPUMK diketahui selama kurun waktu 2012 hingga 2016 terdapat 44 kali transaksi pengeluaran dana total sebesar Rp 24.679.000.000 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya oleh para tersangka. Pengeluaran dana tersebut di antaranya melalui pencairan cek milik yayasan, penarikan tunai di bank dari rekening yayasan dan penarikan tunai di kasir yayasan.

Baca Juga :  SIT Harbun Gandeng Wali Murid Sambut Ramadan dengan Tarhib dan Bakti Sosial

Dwi Subagyo menambahkan, Dari hasil penyidikan dan alat bukti yang didapatkan petugas, ternyata dana tersebut dialirkan ke beberapa tempat oleh para tersangka untuk keperluan pribadi mereka, di antaranya untuk membeli mobil, tanah dan bangunan, bahkan ada yang digunakan untuk penggandaan uang,” ujarnya.

“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 374 KUH Pidana tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman maksimal 5 tahun. Selain itu juga dijerat dengan pasal Pasal 3 dan 5 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU dengan ancaman maksimal 20 tahun,” pungkasnya. (ndi)

Share :

Baca Juga

DAERAH

Haji Her, Pengusaha Kaya Pamekasan Dinobatkan Sebagai Kanjeng Raden Tumenggung Oleh Ratu Keraton Surakarta

KANAL NEWS

Tunjukan Kepedulian, Pasis Seskoal Gelar Donor Darah

KANAL NEWS

Ketua Korcab III DJA I Hadiri Pelepasan Pelayaran Pratik Kemaritiman SMA Hang Tuah 1 Jakarta

KANAL JATENG

SIT Harbun Gandeng Wali Murid Sambut Ramadan dengan Tarhib dan Bakti Sosial

KANAL JATENG

Banjir Demak: Tim Gabungan Masifkan Pembersihan Fasos-Fasum Desa Terdampak

KANAL NEWS

Klarifikasi TNI AD Terkait Cuitan Hoax Video Iring-Iringan Ranpur TNI di Jalan Raya

KANAL JATENG

Pengprov TI Jateng Kembalikan Dana TC PON sebesar Rp 104.200.000

KANAL NEWS

Pererat Tali Silaturahmi, Danseskoal Terima Kunjungan Delegasi Telkomsel