Untuk itu, mari kita mendoakan, Semoga Ibadah haji mereka makbul dan mabrur serta kembali ke daerah dan keluarganya masing masing dengan selamat. Kita juga berharap agar mereka mendoakan kita di Tanah Air agar bangsa dan negara dan masyarakat kita semakin religius, tetap aman, dan damai dalam melaksanakan agenda politik tahun mendatang.
Saiful mengingatkan, tahun depan agenda politik akan kembali bergulir dan menjadi sebuah rangkaian agenda yang tak bisa dihindari.
Meski begitu, pihaknya menegaskan agar agenda politik tidak dijadikan sebagai jurang pemisah, terputusnya silaturrahmi antar sesama, terlebih lagi antar sepupu satu kali yang saling bertolak belakang karena persoalan perbedaan pilihan.
Pilihan boleh berbeda, namun jangan sampai karena pemilihan lalu masyarakat yang masuk penjara dan atau rumah sakit lantaran dipukul atau sebaliknya memukul orang, tandasnya.
Bagi kita yang berada di tanah air, Ibadah yang paling utama dilaksanakan pada hari Raya Idul Qurban adalah menyembelih hewan Qurban. Dalam kaitan inilah, Rasulullah, Nabi kita Muhammad SAW menegaskan agar Ummatnya yang mampu menyembelih hewan Qurban dengan Sabdanya, بسم الله الرحمن الرحيم
عن أبي هريرة , أن رسول الله صل الله عليه وسلم قال , من كانله سعةولم يضح فلا يقرين مصلانا
Artinya, barang Siapa yang mempunyai Kemampuan, tetapi Ia tidak Berqurban, maka Janganlah Ia Mendekati (Menghampiri) Tempat Shalat Kami “(HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Dalam Idul Adha ini kita meneladani pengalaman keluarga Ibrahim yang penuh dengan cobaan, pengorbanan, ketabahan, dan keikhlasan. Filosofi substansi dan hakikat nilai yang terkandung di balik syariat Inilah yang perlu terus direnungkan dan dihayati, sehingga kita tidak terjebak dalam rutinitas dan formalitas belaka.
Bangsa, negara dan masyarakat kita membutuhkan suami dan ayah berkaliber Ibrahim, Istri dan Ibu yang berkualitas Hajar serta anak dan keturunan yang patuh berkualitas Ismail, pungkas wabup mengakhiri khutbahnya. (Fadly Syarif)
