Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Opini

Pertarungan Capres 2024 di Empat Isu: Dari Pecinta Buku, Pindah Ibukota Hingga Medsos

Publik yang menyatakan percaya terhadap media (TV dan media sosial), pilihan capres tertingginya adalah Ganjar.

Publik yang percaya TV (base: 65.8%), memilih Ganjar sebesar 38.7%. Memilih Prabowo sebesar 36.3%. Memilih Anies sebesar 17.7%.

Publik yang percaya media sosial (base: 51.6%), memilih Ganjar sebesar 37.5%. Memilih Prabowo sebesar 33.1%. Memilih Anies sebesar 18.4%.

Bagian 2 : Ibukota Negara (IKN)

Pemerintah dan DPR-RI telah menyetujui Undang Undang Ibukota Negara (IKN) yang akan memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Seberapa besar publik yang pernah mendengar hal tersebut?

Ternyata, mayoritas publik (64.3%), pernah mendengar isu tersebut. Sebanyak 28.1% menyatakan belum pernah mendengar.

Jika ditanya setuju atau tidak setuju perpindahan ibukota negara, publik yang setuju dan tidak setuju terpaut tipis sebesar 3.6% saja.

Publik yang sangat/cukup setuju terhadap perpindahan Ibukota negara sebesar 47.3%. Publik yang kurang setuju/tidak setuju sama sekali sebesar 43.7%.

Berbagai hal dikemukakan publik terkait alasan persetujuan ataupun ketidaksetujuan terhadap perpindahan IKN.

Alasan itu antara lain: mengurangi beban Jakarta dan Jabodetabek yang sudah padat penduduknya. Juga alasan yang dikemukakan, mereka setuju karena itu mendorong pemerataan dan pembangunan di luar Pulau Jawa.

Sebaliknya, Jakarta masih layak menjadi Ibukota dan pemborosan anggaran, merupakan dua alasan tertinggi publik tidak setuju pemindahan ibukota. (Bagaimana isu IKN ini dihubungkan dengan capres pilihan?

Publik yang setuju pindah ibukota (47.3%), capres pilihan tertinggi yaitu Prabowo sebesar 39.3%. Diikuti Ganjar sebesar 37.7%. Kemudian Anies sebesar 14.0%. Dalam segmen pemilih yang setuju pindah ibukota, Prabowo menang.

Publik yang tidak setuju pindah ibukota (43.7%), capres pilihan tertinggi yaitu Anies Baswedan sebesar 34.3%. Diikuti oleh Ganjar sebesar 32.5%. kemudian Prabowo 24.9%. Di Publik yang tak setuju pindah ibukota, Anies menang.

Bagian 3 : Pembaca Buku

Jumlah yang tak membaca buku lebih banyak dibandingkan yang membaca buku. Yang tak membaca buku tahun lalu, minimal satu judul buku saja, sebesar 45.7%. Sedangkan yang membaca buku sebesar 43.5%.

Mengenai jenis buku yang dibaca, buku non-sastra merupakan jenis buku yang paling banyak dibaca (63.3%). Buku sastra dibaca sebesar 33.1% dari segmen pembaca buku (43.5 %).

Antara buku fisik/cetak dengan buku digital, publik masih menggunakan buku fisik ketika membaca. Buku fisik digunakan dalam membaca sebanyak 69.1%, yang menggunakan buku digital sebesar 30.9%.

Publik yang membaca buku, capres pilihan tertingginya Prabowo. Prabowo dipilih sebesar 38.9%. Anies dipilih sebesar 32.9%. Ganjar dipilih sebesar 22.5%.

Sebaliknya, publik yang tahun lalu tak membaca buku minimal 1 judul saja, capres pilihan tertingginya adalah Ganjar. Ganjar dipilih sebesar 41.9%. Prabowo dipilih sebesar 30.3%. Anies dipilih sebesar 12%.

Di segmen pembaca buku sastra, capres pilihan tertingginya adalah Prabowo. Prabowo dipilih sebesar 41.9%. Anies dipilih sebesar 34.4%. Ganjar dipilih sebesar 20.4%.

Di segmen pembaca buku non-sastra, capres pilihan tertingginya adalah Prabowo. Prabowo dipilih sebesar 37.7%. Anies dipilih sebesar 33.1%. Ganjar dipilih sebesar 22.5%.

Publik yang suka baca buku fisik/cetak, capres pilihan tertingginya adalah Prabowo. Prabowo dipilih sebesar 42.6%. Anies dipilih sebesar 29%. Ganjar dipilih sebesar 21%.

Publik yang suka baca buku digital, capres pilihan tertingginya adalah Anies. Anies dipilih sebesar 41.4%. Prabowo dipilih sebesar 30.2%. Ganjar dipilih sebesar 25.7%.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita