Supaya Tidak hanya kanibalisme internal lanjut Sardmuji, pihaknya ingin terbangun Kerjasama antar caleg di semua tingkatan. Agar saling mengenal. Misalkan di dapil I DPR RI, alangkah bagusnya Caleg DPR RI berkomunikasi dengan Caleg DPRD Provinsi. Begitu juga dengan Caleg DPRD kota atau Kabupaten. “Kita ingin merajut Kerjasama dengan sangat baik antar caleg di semua tingkatan. Kalau itu bisa dilakukan. Tentu saja menjadi sesuatu yang positif untuk meraih kursi legislatif,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Partai Golkar juga mengundang Anggota Bawaslu Jatim Anwar Noris. Agar caleg Golkar patuh terhadap ketentuan penyelenggara pemilu. Aturan itu bukan berarti mengekang, tapi justru bisa menjadi acuan mempelajari aturan itu bisa bergerak sesuai koridor ketentuan yang berlaku. “Misalnya aturan bawaslu kita boleh memasang alat peraga. Tetapi yang tidak boleh dalam alat peraga adalah mencantumkan nomer urut partai bersamaan dengan nomer urut caleg serta ajakan untuk memilih. Karena ajakan memilih nanti menunggu masa kampanye yang diatur nanti selama 75 hari,” pungkas Sarmuji yang mengaku kegiatan semacam ini akan digelar secara bergantian dari Dapil Dapil lainnya di seluruh Jawa Timur.
Sementara itu, Caleg DPR RI incumbent Adies Kadir yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar mengapresiasi Langkah Golkar Jatim melakukan pertemuan para caleg di tengah keraguan beberapa pihak terkait soliditas partai Golkar. Adies meyakini, dengan metode seperti ini akan membangun semangat para caleg untuk turun ke masyarakat menggalang suara pemilu 2024 nanti. “Iya bagus, kami semakin optimis di Dapil Jatim 1 ini nanti bisa dapat 2 kursi, begitu juga di Dapil DPRD Provinsi I dan 2 bisa bertambah kursi di pemilu 2024 nanti,” singkat Adies. Nang
