JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Elon Musk dilanda masalah internal keluarga. Anaknya menjadi transgender dan memutuskan hubungan dengan orang terkaya dunia itu.
Pendiri SpaceX dan Tesla itu pun mengungkap akar masalah tersebut versinya.
Dalam biografinya berjudul Elon Musk yang akan segera terbit, ia yakin putrinya Vivian Jenna Wilson, memutuskan hubungan karena dicuci otak oleh kampusnya hingga berpikir bahwa siapa pun yang kaya itu jahat.
Menurutnya, kampus Crossroads School for Arts & Sciences di Santa Monica menularkan virus ‘woke’ ke anaknya.
Sikap Wilson jadi salah satu alasan Musk membeli Twitter sebagai bagian dari misinya untuk menghilangkan virus ‘woke’ yang menjangkiti media sosial.
“Dia beralih dari sosialisme menjadi komunis penuh dan berpikir bahwa siapa pun yang kaya adalah jahat,” kata Musk, seperti dilansir dari detik.com.
Musk menambahkan keretakan hubungan itu lebih menyedihkan baginya dibandingkan kematian anak bayinya.
“Aku telah mengajukan banyak tawaran (bertemu), tetapi dia tidak ingin menghabiskan waktu bersamaku,” papar Musk.
Elon Musk mengatakan dia ‘sebagian’ menyalahkan Crossroads School for Arts & Sciences, atas perubahan yang terjadi pada Wilson. Sekolah itu meluluskan antara lain Jack Black, Maya Rudolph, dan Zooey Deschanel.
Biaya sekolah untuk sekolah yang dinilai Elon Musk sebagai ‘komunis’ itu mencapai USD 50.000 per siswa per tahun.
Ia menambahkan Twitter juga sudah terkena virus woke, seperti sekolah anaknya.
“Twitter, menurutnya, telah terinfeksi oleh pola pikir serupa yang menekan suara-suara sayap kanan dan anti kemapanan,” tulis Isaacson. Foto: DW News (Aring)
