Di samping itu, tambah Liza, Dekranas juga melakukan kurasi terhadap pengrajin dari 6 provinsi. Kurasi ini bertujuan untuk memberikan masukan kepada perajin dalam melihat selera pasar dan meningkatkan kualitas produknya. Dalam kurasi ini, Dekranas menghadirkan desainer-desainer profesional yang akan memberikan masukan kepada pengrajin terkait desain, kualitas, dan daya saing produknya.
“Kami ingin membantu pengrajin untuk meningkatkan kualitas produknya agar dapat bersaing di pasar global,” ucapnya.
Pasar Global
Hal senada dikatakan Anggota Bidang Kemitraan Dekranas, Musa Widyatmodjo, salah satu kunci agar industri kriya dapat menembus pasar global adalah dengan melibatkan desainer dalam proses pembuatan produk kriya.
Menurutnya, desainer memiliki peran penting dalam menghubungkan perajin dengan pecinta kriya. Mereka dapat membantu pengrajin dalam mengembangkan produk kriya agar lebih menarik dan sesuai dengan tren pasar.
“Selama ini, perajin cenderung fokus pada proses pembuatan produk, tanpa memikirkan bagaimana produk tersebut akan diterima oleh konsumen. Desain dapat membantu perajin untuk memahami kebutuhan konsumen dan menciptakan produk yang lebih sesuai dengan permintaan pasar,” tambahnya.
Musa mencontohkan, bahwa pameran di Jepang dan New York memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Perbedaan pameran ini mencerminkan dua sisi mata uang dari industri kriya Indonesia.
“Ada harga, ada kualitas, ada rupa. Itu adalah edukasi kepada konsumen kenapa kita harus membeli, mengikhlaskan, dan berani membayar mahal,” tandasnya. (Rudi_Kanalindonesia.com)
