Untuk itu, lanjut Khofifah, kehadiran Gerakan 2.000 startup Jatim ini sangat penting untuk bisa melahirkan job creator sekaligus menurunkan TPT di Jatim lebih banyak lagi. Dimana TPT Jatim per Februari 2023 sebesar 4,33 persen. Angka ini di bawah TPT nasional sebesar 5,45 persen.
“Jadi kebutuhan Jawa Timur untuk bisa menghadirkan banyak startup baru. Ini karena para job creator baru menjadi bagian yang sangat penting. InsyaAllah bersama-sama kita akan membuka peluang kerja baru sekaligus menurunkan lebih tajam lagi tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur,” tegasnya.
Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, terus mendukung upaya pengembangan Startup. Diantaranya melalui proyek Millenial Job Center (MJC) yang mengkolaborasikan antara mentor, talent dan client. MJC telah berjalan di 5 Bakorwil melaluibwadah EJSC (East Java Super Corridor).
Kemudian, Pemprov Jatim juga telah membentuk Jatim IT Creative (JITC) di Surabaya dan Malang. Program ini sebagai wadah berkumpul dan berkaryanya komunitas Startup Jatim. Selain itu, terdapat juga fasilitasi kekayaan intelektual terkait merek dan hak cipta.
Di sisi infrastruktur, Jatim juga telah memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari yang menjadi KEK Ekonomi Digital pertama di Indonesia. Dimana telah beroperasi Film & Animation Factory, serta sedang dibangun Coding Factory. Nantinya akan terwujud suatu ekosistem ekonomi digital yang lengkap dalam satu kawasan.
“Di KEK Singhasari ini juga dalam waktu dekat King’s College University, kampus berperingkat 37 dunia akan membuka kampusnya. Ada tiga program studi master degree yang akan dibuka yakni digital marketing, digital media, dan creative industry. Insya Allah September tahun depan sudah berjalan. Mohon do’a dan dukungan semuanya,” sebutnya.
“Tentunya ini akan menjadi bagian bagaimana kita membangun SDM yang berkualitas, sehingga mereka akan menjadi punggawa dalam menyukseskan visi Indonesia Emas 2045,” papar Khofifah optimis.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah turut menyerahkan penghargaan bagi Lembaga Industri Kreatif antara lain PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT. PLN (Persero) UID Jawa Timur, PT. POS Indonesia (Persero), Bank Jatim, PT. Grab Teknologi Indonesia, dan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk.
Serta penghargaan bagi pelaku Startup Kreatif antara lain CV. Gain Ultima, Djoyo Tani, Ecowisata Napote, Sampah Kita, Plat Pe & Quiz Indonesia, Tokolabs dan Letsplay Indonesia.
Usai acara, Gubernur Khofifah juga meninjau langsung stand-stand pelaku startup nasional hingga lokal diantaranya PT. Grab Teknologi Indonesia, Jatim Information Technology Creative (JITC) Malang, Paktukang, IOU Studio, PT. Telkom Indonesia dan PT. Alton Teknologi Indonesia.
Ada pula stand berbagai OPD, BUMD di Jatim diantaranya, Dinas Pendidikan, Dinas Kelautan dan Perikanan hingga Bank UMKM Jatim. Stand-stand tersebut menampilkan berbagai karya para pelaku startup Jatim, mulai dari makanan, pakaian, Digital Marketing, Desain hingga Teknologi berbasis Artificial Intelegent. (ari)
Foto : Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Gerakan 2.000 Startup Jawa Timur di Graha Unesa, Surabaya
