“Strategi untuk menutup defisit anggaran daerah dengan pembiayaan netto diperoleh dari selisih antara penerimaan pembiayaan berupa Silpa tahun anggaran 2023 sebesar Rp.1.556.033.895.097 dan pencairan dana cadangan sebesar Rp.600 miliar, dengan rincian pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp.9.176.622.240 berupa pembayaran pokok hutang sebelum jatuh tempo kepada PT SMI atas pinjaman daerah yang digunakan untuk pemulihan ekonomi nasional akibat terdampak Covid-19,” jelasnya. Nang
Belanja Daerah R-APBD Jatim 2024 Diproyeksikan Tembus Rp.31,061 Triliun
Bagikan
Baca berita lainnya:
