Kolaborasi Angkatan 93 juga berlangsung dengan UKM Tiyang Alit yang mempertemukan 4 diantar 7 pendirinya dengan adik-adik mahasiswa generasi sekarang, serta UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITS.
Mereka melakukan kolaborasi menampilkan teatrikan mengenang rekan-rekan yang sudah meninggal. Suguhan apik permorma duam UKM tersebut menyedot perhatian, apalagi dengan performa monolog Andi “Singo” Leon (Kelautan 93) yang ga menjadi salah satu perintis UKM Teater tiyang Alit ITS.
Keheningan suasana ditutup dan kemudian dihangatkan dengan Fashion show oleh peragawan-peragawati profesional yang menampilkan karya spektakuler dari Desainer Lia Afiff (Arsitek 93). Ini merupakan bentuk apresiasi dan peran nyata serta daya dukung Angkatan 93 ITS terhadap anggotanya.
Tidak kalah heboh, fashion show dilanjutkan dengan peragawan-peragawati dari para peserta Angkatan 93 ITS yang berlenggak-lenggok di karpet merah (catwalk) yang disambut gegap gempita dan juga teriakan serta tawa riuh saat beberapa pesonil menampakkan gaya, keluguan dan kelucuannya.
Acara lanjutan ini memang didesain untuk memeriahkan acara sekaligus menjadi pengingat rekan-rekan mereka dikalangan jurusannya yang bisanya terkenal karena berbagai karakter dan ciri khasnya.
“Ini sesuai dengan konsep acara, bahwa start elegan serius tiba-tiba ujungnya fun. Ibarat cerita onok prolog nya, buku onok cover e. Itu idenya,” urai panitia acara, Sonni Liem.
Fauzan (FTSP) mengundang Tibiyani (FMIPA), Harun (FTI), Tattok (FTK), Erwin (PENS) dan Siti Luthfi (PPNS) untuk naik ke atas panggung mewakili enam fakultas di ITS tahun 1993 untuk melaunching Logo Paguyuban Angkatan 93 ITS.
Fauzan menjelaskan bahwa, rangkaian acara untuk memeriahkan 30 tahun Angkatan 93 ITS yang telah dijalankan selama ini menjadikan inspirasi untuk melanjutkan kebersamaan ini dalam bentuk Paguyuban Angkatan 93 ITS, ditandai dengan Launching logo sebagai langkah awal.
Logo Paguyuban Angkatan 93 ITS didesain dan disumbangkan oleh Cak Ikhwan Alma Ikhwan (Arsitek 93). Sedangkan sebelumnya logo Reuni 30 tahun Angkatan 93 ITS didesain dan disumbangkan oleh Ning Ellya (Despro 93).
Mewakili Rektor ITS, Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian) mengapresiasi acara tersebut. Ini merupakan reuni pertama satu angkatan dari semua jurusan di ITS. ITS butuh alumni, alumni butuh ITS, simbiosis mutualis.
ITS punya program dana abadi. Karena sifatnya abadi, maka dana (induknya) tetap, nilai kemanfaatannya atau hasilnya yang dipergunakan, antara lain untuk beasiswa dan keperluan ITS lainnya. Sampai sekarang Dana Abadi yang terkumpul sudah mencapai 80 miliar dan akan terus bertambah dengan ketgerlibatan dan partisipasi semua pihak.
“Saya yakin angkatan 93 dengan senang hati memberikan donasi, baik sebagai pribadi, sebagai paguyuban, sebagai perusahaan. Ini akan menjadi amal jariyah kita semua, terus sampai kita meninggal. Paguyuban, persaudaraan, harus diapresiasi. Menjadi persahabatan, bagi keluarga 93, ITS dan lebih besar lagi. Pesan saya kalau pingin jalan cepat, jalanlah sedirian. Kalau jalan jauh, jalanlah bersama-sama,” tutur BP, julukan bagi Bambang Pramujati.
Sementara itu, Fitradjaya Purmana, (mantan SC Bakti Kampus ITS 1993) yang didapuk memberikan sambutan, mengucapkan syukur Alhamdulillah karena bisa berkesempatan hadir, menempuh kesempatan bersama 30 tahun yang lalu, saat ia melihat sorot matanya, kepalan tangannya mahasiswa baru dalam Bakti Kampus ITS 1993. Hari ini terbukti, kepeloporan angkatan 93.
