SIDOARJO,KANALINDONESOA.COM: Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan pihaknya akan melakukan uji Toksikologi terhadap mahasiswi yang diduga bunuh diri di dalam mobilnya, di halaman parkir proyek apartemen di Tambak Oso, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Minggu kemarin.
meskipun pemeriksaan awal tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, uji toksikologi pada organ dalam dilakukan untuk memastikan adanya zat beracun yang mungkin masuk ke dalam tubuh korban.
“Kami juga melakukan uji toksikologi terhadap organ dalam tubuh korban.” ujarnya, Selasa (07/11).
Satreskrim Polresta Sidoarjo terus berupaya untuk mengungkap kasus kematian seorang mahasiswi jurusan kedokteran hewan dari Universitas Airlangga Surabaya tersebut.
Uji toksikologi dilakukan karena dugaan bahwa kematian korban mungkin terkait dengan gas helium yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Meskipun dugaan awal adalah bunuh diri, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban.
Sehubungan dengan kematian korban, polisi telah memeriksa saudara kandung korban yang tinggal bersama korban di sebuah apartemen di Surabaya. Selain itu, polisi juga memeriksa sejumlah saksi di lingkungan kampus yang sering berinteraksi dengan korban, termasuk dosen pembimbing korban.
Andaru menjelaskan, korban dan saudara kandungnya tinggal di sebuah apartemen di daerah Surabaya. Sebelum pergi, korban pamit dan memeluk saudara kandungnya.
“Korban sempat memeluk erat adiknya saat berpamitan keluar apartemen pada Sabtu sorenya,” terangnya.
Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa selain menjadi mahasiswi jurusan kedokteran hewan, korban juga merupakan asisten dosen di kampusnya.(Irwan_kanalindonesia.com)
