Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, saat ini, terdapat empat tantangan utama bagi guru. Pertama, tantangan era disrupsi, yang menuntut inovasi dalam penyelenggaraan tata kelola maupun proses pembelajaran. Kedua, tantangan globalisasi, bagaimana standar kualitas sekolah dan lulusan sekolah tidak hanya diukur dalam skala lokal atau nasional, tetapi juga global.
Ketiga, tantangan era media sosial yang membuat tuntutan dan harapan masyarakat semakin tinggi. Keempat, tantangan era gig economy yang menunjukkan bahwa generasi Z dan Milenial lebih menyukai pekerjaan temporer yang fleksibel dan tidak mengikat.
“Ini adalah hal yang sangat berbeda dengan sebelumnya, fokus mereka tidak lagi pada jenjang karier, tapi pada pemenuhan identitas. Hal ini mendorong masyarakat menuntut guru berperan lebih untuk mencerdaskan putra putrinya,” ucapnya.
Khofifah menegaskan, berbagai tantangan tersebut harus dijawab dengan pendidikan berkualitas. Dan guru adalah faktor kunci keberhasilan menjawab tantangan-tantangan itu. Maka sangat penting untuk berinvestasi dalam menyiapkan guru professional yang mampu mendidik generasi muda menuju masa depan Indonesia lebih cerah.
“Melalui program Jatim Cerdas, Pemprov Jawa Timur mengambil peran besar membangun SDM unggul melalui penyelenggaraan pendidikan dengan baik. Sampai saat ini, terdapat 4 ribu lebih sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB. Kemudian, ada 100 ribu lebih guru dan tenaga kependidikan tersebar di Jawa Timur,” tegasnya.
Di peringatan Hari Guru Nasional ini, Gubernur Khofifah pun mengapresiasi dan menyampaikan, terimakasih atas dedikasi para guru yang telah mencerdaskan putra-putri Jawa Timur. Berkat dedikasi mereka, Jawa Timur selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 2020-2023 menempati peringkat pertama siswa terbanyak yang diterima di PTN tanpa tes melalui SNMPTN.
Selain itu, Jatim berturut-turut selama empat tahun sejak 2020-2023 peringkat pertama siswa terbanyak yang diterima PTN dengan tes lewat jalur SBMPTN.
“Terima kasih yang tak terhingga, sedalam-dalamnya, dan setinggi-tingginya kepada para guru yang ada di Jawa Timur baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta. Semoga semua guru di Jatim terus dibahagiakan oleh Allah SWT,” lugasnya.
“Berkat panjenengan Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima PTN dengan atau tanpa tes baik jalur reguler maupun KIP-K berturut-turut sejak empat tahun terakhir,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemprov Jawa Timur juga baru saja dianugerahi dua penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Ki Hajar 2023 yang digelar Kemendikbudristek RI. Dua penghargaan yang berhasil dibawa pulang Jawa Timur tersebut yakni Daerah Jawara Belajar.id.
Kemudian juga Penghargaan Sinergi dimana Jatim menjadi partisipasi daerah dengan Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) terbanyak.
Pada tahun ini, jumlah guru pendaftar Pembelajaran Berbasis TIK asal Jatim mencapai 16.273 guru dari total 79.190 guru pendaftar se Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa semangat para guru Jatim untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kualitasnya sangat tinggi.
“Begitu juga tiga tahun terakhir, kursus PembaTIK di sektor IT, selalu guru-guru Jatim terbanyak pendaftarnya. Artinya semangat guru-guru dalam mengembangkan kualitas dan kompetensinya sangat luar biasa,” beber Gubernur Khofifah.
Bahkan, lanjutnya, beberapa waktu lalu, Jawa Timur juga menjadi Juara Umum Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK tingkat Nasional tahun 2023. Prestasi ini tentu tidak terlepas dari peran serta para guru yang telah membimbing peserta didiknya.
