“Sehingga harapannya semakin sering mereka bertemu, semakin bisa menjalin sinergitas dan kolaborasi penguatan lebih baik lagi,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani mengatakan, Tim Lintas Batas Disabilitas juga diharapkan akan menggerakkan potensi sumber daya masyarakat setempat dan pemerintah daerah setempat agar lebih perhatian terhadap pemberian hak-hak disabilitas.
“Di lima lokasi Lintas Batas Disabilitas tersebut akan dihadiri sekitar 1.500 orang penyandang disabilitas, Pendamping Disabilitas, pilar kesejahteraan sosial, dan petugas kesehatan. Jumlah ini masih bisa bertambah lagi,” urainya dalam sambutan.
Ia menambahkan, berdasarkan pendataan pada aplikasi e-Disabilitas yang dilakukan Dinsos Jatim bersama Dinsos kabupaten/kota dan Pendamping Disabilitas, jumlah penyandang disabilitas di Jatim per November 2023 sebanyak 17.401 orang.
“Data ini belum semua, masih terdapat disabilitas yang belum terjangkau program Pemprov Jatim atau program dari kabupaten/kota, dan ternyata masih banyak pula keluarga yang menyembunyikan identitas anggota keluarganya karena malu atau tidak tahu informasi program,” sebut mantan Mensos RI ini.
“Pada peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini Gubernur Khofifah menginginkan agar bisa dinikmati oleh seluruh penyandang disabilitas di Jawa Timur, tidak hanya di satu kota saja. Untuk itu Lintas Batas Disabilitas ini diselenggarakan,” tutup Ketum PP Muslimat NU ini. (ari)
