Melukis dengan sistem coding ini merupakan kreasi Mr D terbaru. Sebelumnya, pelukis dan pemusik ini juga berkreasi menciptakan sistem bermain gitar hanya menggunakan satu jari dengan memanfaatkan teknologi digital dan QR Art.
ALIRAN BARU
Jika dihubungkan dengan aliran seni lukis yang ada sekarang, maka karya-karya Mr D tergolong aliran seni lukis baru.
Saat ini dikenal 14 aliran dalam seni lukis. Pertama, aliran Realisme yang dianut oleh mayoritas pelukis sejak jaman Renaissance, sekitar abad 14, sampai sekarang. Gaya lukisan ini menekankan subjek lukisan lebih menyerupai benda asli. Seniman menggunakan perspektif untuk menciptakan ilusi ruang dan kedalaman, mengatur komposisi dan pencahayaan sedemikian rupa sehingga subjek tampak nyata.
Kedua, aliran Painterly. Gaya ini Painterly muncul ketika Revolusi Industri melanda Eropa pada paruh pertama abad ke-19. Jenis aliran ini menekankan di mana subjek diberikan secara realistis, namun, pelukis tidak berusaha menyembunyikan pekerjaan teknis mereka. Lukisan-lukisan Henri Matisse adalah contoh sempurna gaya ini.
Ketiga, aliran Impresionisme. Gaya ini masih mempertahankan penampilan realistis dari obyek. Namun lebih menekankan kesan visual yang ditangkap pada waktu tertentu di bawah cahaya tertentu. Keempat, aliran Ekspresionisme. Yakni kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Garis dan bentuk yang menyimpang serta warna berlebihan digunakan untuk dampak emosional. Ciri-ciri aliran seni rupa ekspresionisme adalah lebih menekankan pada ekspresi ketakutan, kekerasan, kesedihan, kemiskinan, dan ekpresi manusia.
Kelima, aliran Fauvisme. Gaya ini menakan kebebasan berekspresi. Biasanya lukisan fauvsman menggunakan warna liar dan kontras.Warna yang dipakai terlihat tidak jelas jika dibandingkan dengan aslinya. Penggunaan garis dalam lukisan terlihat sederhana dan terkesan jelas bahkan kuat.
Keenam, aliran Abstrak. Adalah salah satu gaya seni yang sulit untuk dipahami. Gaya abstrak merupakan kebalikan dari realisme. Pelukis dapat mengurangi subjek pada warna, bentuk, atau pola yang dominan. Ketujuh, aliran Fotorealisme. Gaya lukisan ini sangat detil dan akurat dalam melukis obyek. Beberapa pelukis bahkan menyalin foto dengan memproyeksikan ke kanvas.
Kedelapan, aliran Naturalisme. Gaya ini menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Ciri utama dari penganut aliran ini adalah obyek inspirasi yang digunakan adalah alam. Naturalisme menggambarkan keindahan alam seperti yang tertangkap oleh mata.
Kesembilan, aliran Futurisme. Gaya ini terinspirasi dari kehidupan yang berubah sejak ditemukannya mesin di awal abad 20. Ciri-ciri aliran seni rupa futurisme adalah gambar suatu objek digambarkan dalam bentuk sedang bergerak, sehingga memiliki gerak bayang disekitarnya.
Kesepuluh, aliran Kubisme. Dalam karya seni kubisme, benda dipecahkan, dianalisis, dan diatur kembali dalam bentuk abstrak. Seniman menampilkan subyek dari berbagai sudut pandang dengan proyeksi makna yang lebih besar. Kesebelas, aliran Romantisme. Ciri-ciri aliran seni rupa romantisme adalah lebih memainkan warna cerah dan mecolok pada objek dan benda disekitar objek. Dalam lukisan romantisme, ada cerita emosional dan penuh perasaan.
Keduabelas, aliran Dadaisme. Aliran ini tidak menekankan keindahan secara fisik, namun bermuatan kritik tajam, pesan perdamaian atau pesan sosial lain. Ciri-ciri aliran seni rupa dadaisme adalah gambar suatu objek cenderung berbau kekerasan, kasar, dan bersifat kritikan, sindiran ataupun plesetan.
