Ketigabelas, aliran Pointilisme. Aliran ini memanipulasikan pandangan mata dalam menangkap detil kumpulan titik. Obyek akan terlihat jelas ketika dipandang dari kejauhan dan agak baur ketika dilihat dari dekat. Keempatbelas, aliran Surealisme. Untuk bisa menikmati karya surealisme, penikmat lukisan harus menggunakan kekuatan daya imajinasi. Lukisan surealis biasa diidentikkan dengan khayalan atau bentuk-bentuk tidak logis dalam dunia nyata. Karya ini memiliki unsur kejutan, barang tak terduga bisa ditempatkan berdekatan satu sama lain tanpa alasan yang jelas
Dari keempatbelas aliran tersebut, Mr D mengaku tidak berpijak kepada aliran satu pun. “Lukisan saya bisa ke aliran apapun” ujar pria gondrong tersebut.
Bahkan Mr D cenderung menamakan gaya lukisannya sebagai genre baru di dunia seni lukis, yakni aliran Codeisme. Sebab menggunakan teknologi digital sebagai medianya dan menggabungkan antara seni analog dan digital. Dengan berbagai teknik seni melukis yang unik, jika dipindai atau scan akan menghasilkan rekam atau jejak digital. Cara melukis bisa dimulai dari iPad lalu di aplikasikan ke kanvas dengan teknk retouch atau dengan teknik sebaliknya.
“Lukisan dengan teknologi QR Art ini merupakan yang pertama di dunia” ujar Mr D dengan ekspresi serius. Dan ia sudah mendaftarkan hak cipta penemuannya dan memperoleh sertifikat HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dengan nomor pencatatan : 000296961.
