Selain itu, populasi sapi perah dan sapi potong Jatim juga sangat tinggi dengan selisih besar dengan provinsi dengan jumla populasi terbesar kedua di Indonesia. Berbagai capaian Jawa Timur ini diakui Gubernur Khofifah tidak dicapai kerena kerja seorang diri melainkan hasil kerja keras, sinergi dan kolaborasi semua pihak.
“Kita akan memaksimalkan Jawa Timur tetap sebagai lumbung pangan nasional jadi kita mesti detail sekali melakukan semua perencanaan dan evaluasi dari semua perkembangan di sektor pangan kita,” tegas mantan Mensos RI ini.
“Semua stakeholders berperan, jadi KTNA punya peran luar biasa, Gapoktan punya peran luar biasa, dan mereka yang ada di balai besar inseminasi buatan di Singosari Malang itu perannya juga luar biasa, tidak ada sukses yang bisa kita capai sendirian jadi sukses karena kita saling bersinergi saling berkolaborasi dan tentu doa bersama,” tutur Ketum PP Muslimat NU ini.
Di momen ini Gubernur Khofifah juga mengatakan bahwa salah satu hal yang membuat Jawa Timur memperoleh berbagai prestasi dan capaian tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia adalah bagaimana ia mengajak tim Pemprov Jatim untuk bekerja tidak hanya secara profesional, sistematik, dan birokratik tetapi juga dibarengi dengan ihtiar spiritual. Seperti membiasakan puasa ayyamul bidh di antara pimpinan OPD di Pemprov Jatim, memberikan santunan anak yatim dan lantunan shalawat di setiap agenda Pemprov Jatim.
“Ada proses-proses yang juga kita lakukan seperti itu artinya bagaimana kita memberseiringi kerja-kerja profesional dengan kerja spiritual, Pancasila lahir batin kalau kita berpancasila lahir batin maka sila pertama ketuhanan yang maha esa akan terus memberseiringi kerja-kerja profesional kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya Taruna Bhumi, H.M. Arum Sabil melaporkan bahwa, Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) lahir 1999, dan merupakan binaan dari Kementerian Pertanian RI, masih jauh dari kata ideal. Dan pada kesempatan ini P4S menerima bantuan PLTS 10.000 wp dari Gubernur Khofifah melalui Dinas ESDM Jatim.
“Terima kasih pada hari ini kami mendapatkan support bantuan tenaga surya dengan jumlah sekitar 10 ribu wp pada pagi hari ini, 600 Watt saja kami bisa mengairi 10 hektar itu bisa berotasi apalagi 10 ribu Watt, mudah-mudahan ini nanti bermanfaat juga kepada masyarakat sekitar sehingga energi terbarukan dari ESDM atas bantuan dari Ibu Gubernur betul-betul bisa dirasakan,” paparnya
Di kesempatan yang sama Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan listrik instalasi rumah dan sambungan rumah dengan daya 900 VA kepada 163 penerima manfaat dari Desa Umbulsari, Desa Tegalwangi, dan Desa Gunungsari, Kec. Umbulsari, Kab. Jember dan 15 penerima manfaat dari Desa Suci, Desa Kemiri, dan Desa Panti, Kec. Panti, Kab. Jember
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada 6 penerima manfaat perwakilan dari 6 desa yang masing-masing desa diwakili oleh 1 perwakilan penerima manfaat. Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga berkesempatan meninjau gedung P4S Taruna Bhumi, diawali dengan pengguntingan untaian pita.
Di sisi lain, salah satu penerima bantuan dari desa Tegalwangi Umbulsari Jember, Iis Sugianti (35) menyampaikan, terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas bantuan sambungan listrik untuk rumahnya. Ia mengaku selama ini mengalami kesulitan untuk bisa mendapatkan sambungan listrik ke rumahnya.
