Menurut Parjan dari data yang dirilis oleh BPS, IPM Kota Kediri meningkat 0,85, dari 80,12 di tahun 2022 menjadi 80,97 di tahun 2023. Peningkatan ini dikarenakan bertambahnya kompenen penilaian IPM, yaitu Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) hingga 0,3 dari 75,44 di tahun 2022 menjadi 75,74 di tahun 2023, penambahan komponen Harapan Lama Sekolah (HLS) dari 15,44 di tahun 2022 menjadi 15,45 di tahun 2023, penambahan kompenen Rata-rata lama Sekolah dari 10,45 di tahun 2022 menjadi 10,69 di tahun 2023 serta kompenen pengeluaran per Kapita yang disesuaikan (PPP) dari Rp.12.762,- menjadi Rp.13.276.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Kediri Apip Permana yang juga menjadi narasumber sekaligus sebagai walidata mengatakan bahwa untuk mencapai rencana aksi Pemkot Kediri kedepan, seluruh OPD dapat menghimpun data-data awal yang berkualitas, valid dan bisa dipertanggungjawabkan. “Kalau datanya saja salah, otomatis eksekusi untuk membuat program kegiatan juga akan salah. Saya percaya dengan kerjasama kita semua, SDI Kota Kediri akan bisa menghasilkan data yang berkualitas,”tegasnya.
Terakhir Apip berharap dengan terwujudnya rencana aksi, diharapkan program-program yang teranggarkan dari APBN dan APBD tidak sia-sia dan tepat sasaran. “Tentunya, semua program tersebut akan bermuara untuk kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya. (kominfo)
