Yang tak kalah penting adalah sentimen dan prakiraan publik atas kemampuan cawapres sebelum debat cawapres terjadi. Gibran justru diuntungkan karena ia dianggap anak bawang, Si Bocil, underdog, tak kompeten dan hal-hal negatif lain.
Ketika sedikit saja Gibran dalam panggung debat itu di atas underdog, itu segera menambah nilai Gibran. Dan Gibran malam itu memang lebih mempesona dari yang diduga.
Sebelum debat cawapres dimulai, Prabowo dan Gibran sudah unggul di berbagai lembaga survei. Bahkan itu keunggulan telak, dengan selisih sekitar 16%-20% terhadap kedua kompetitornya.
Lewat debat cawapres semalam, penampilan Gibran memperkokoh keunggulan. Debat itu justru menjadi panggung yang mengurangi keraguan publik atas kapasitas Gibran.
