Data lebih detil tentang dukungan kategori usia bisa di lihat di bahan paparan yang disertakan dalam bahan ini.
Dari kategori pemilih partai politik, Prabowo-Gibran unggul di lima pemilih partai yaitu Gerindra (dukungan pemilih Gerindra sebesar 87.3%), Golkar (60.6%), PAN (62.3%), PPP (44.6%), Demokrat (31.6%).
Anies-Muhaimin unggul di tiga pemilih partai yaitu PKS (69.9%), PKB (50.9%), dan Nasdem (66.8%).
Ganjar-Mahfud unggul di satu pemilih partai yaitu PDIP dengan dukungan di pemilih PDIP sebesar 68.5%.
Bagaimana dengan dukungan dari kategori suku?
Prabowo-Gibran unggul di enam suku yaitu Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Madura, Batak, dan suku lainnya. Anies-Muhaimin unggul di dua suku yaitu Minang, dan Betawi.
Di suku Jawa ini sebagai contoh, elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 39%. Elektabilitas Ganjar-Mahfud 35.3%. elektabilitas Anies-Muhaimin 16.2%. Data detil mengenai dukungan suku bisa dilihat di bahan paparan.
Dari kategori wilayah, Prabowo-Gibran unggul di lima wilayah yaitu Sumatera (40.3%), Jawa (40.2%), Kalimantan (46.9%), Sulawesi (73.3%), dan Maluku-Papua (55.4%)
Ganjar-Mahfud unggul di Bali-NTB-NTT dengan dukungan sebesar 49.6%.
Dari tiga provinsi terbesar (Jawa Barat, Jawa Tengah+DIY, dan Jawa Timur), Prabowo-Gibran unggul di Jawa Barat dan Jawa Timur. Jawa Tengah+DIY yang unggul Ganjar-Mahfud.
Data lebih detil mengenai dukungan dari wilayah bisa dilihat di bahan paparan.
Bagaimana dukungan dari kategori wilayah dan kepuasaan terhadap Presiden Jokowi?
Di segmen yang sangat puas/puas terhadap presiden Jokowi, mayoritas memilih Prabowo-Gibran. Di segmen ini Prabowo-Gibran mendapatkan 47.7%. Ganjar-Mahfud mendapatkan 26.4%. Anies-Muhaimin mendapatkan 19.7%.
Di segmen yang kurang/tidak puas terhadap Presiden Jokowi, mayoritas memilih Anies-Muhaimin. Di segmen ini Anies-Muhaimin mendapatkan 46.9%. Prabowo-Gibran mendapatkan 28.1%. Ganjar-Mahfud mendaptakan 10.1%
Dari kategori medsos yang paling banyak digunakan, Prabowo-Gibran unggul di di 5 medsos (Whatsapp, Facebook, Youtube, Tiktok, dan Instagram). Yang paling banyak menggunakan Twitter untuk capres cawapres paling tinggi adalah Anies-Muhaimin. Data detil mengenai dukungan dari keaktifan menggunakan medsos bisa dilihat di bahan paparan.
Bagian 3 : Mengapa 3 Perkembangan Baru itu Terjadi?
Mengapa Prabowo-Gibran stabil menanjak ke angka minimal 40%? Setidaknya terdapat tiga alasan yang mendukung tersebut.
Pertama, popularitas Prabowo tinggi, kesukaan atasnya menaik. Popularitas Prabowo berada dalam titik optimum.
Di survei akhir November 2023, popularitas Prabowo menyentuh angka 99.2%. Tingginya popularitas diiringi juga dengan angka kesukaan yang tinggi. Dalam survei di November dan Desember angka kesukaan Prabowo lebih dari 80%. Istilah Gemoy ikut membuat Prabowo semakin disukai.
Kedua, Gibran semakin populer dan semakin disukai. Popularitas Gibran saat ini mencapai lebih dari 90%. Angka kesukaan terhadap Gibran juga stabil diatas 75%.
Dari hasil FGD yang dilakukan LSI Denny JA, terdapat kesimpulan: penampilan mengesankan Gibran di debat cawapres semakin memperkokoh ketokohan Gibran.
Ketiga, eksodus pemilih yang puas Jokowi ke Prabowo-Gibran. Pada bulan Mei 2023, pemilih puas Jokowi yang memilih Prabowo sebesar 30%. Pada bulan November hingga Desember pemilih puas Jokowi yang memilih Prabowo-Gibran di atas 40%. Di akhir Desember pemilih puas Jokowi yang memilih Prabowo-Gibran sebesar 47.7%.
Mengapa Ganjar-Mahfud merosot stabil ke bawah 27%?
Pertama, Blunder menyerang mata air dukungannya sendiri yaitu Jokowi. Terekam dalam survei LSI Denny JA perginya yang puas Jokowi dari Ganjar-Mahfud. Di Bulan Mei pemilih puas Jokowi yang memilih Ganjar masih berada di angka 42.7%.
