Dia menjelaskan naiknya elektabilitas Prabowo-Gibran karena masyarakat lebih percaya program Jokowi yang menyentuh masyarakat akan terus dilanjutkan dan karena terbukti telah membantu masyarakat kecil selama ini.
“Kalau naiknya elektabilitas Prabowo-Gibran karena masyarakat percaya program Jokowi akan dilanjutkan dan karena terbukti telah membantu masyarakat kecil selama ini,” ujarnya.
Menurut dia, jika hasil survei TBRC ini bukti bahwa pemilih muda lebih cenderung kepada sosok Prabowo-Gibran, karena adanya Gibran yang dianggap dapat mengajak anak muda dalam memajukan negara melalui gebrakan anak muda dengan program -program yang memberikan peluang bagi generasi muda untuk maju.
“Gibran dianggap mampu mengajak anak muda dalam ikut serta memajukan negara dan lewat gebrakan anak muda dengan program-program yangmemberikan peluang bagi generasi muda untuk maju,” jelasnya.
Tak hanya itu, dia menjelaskan, bahwa dari hasil survei TBRC ini bisa dipastikan Prabowo-Gibran berpotensi menang satu putaran kalahkan 2 pasangan capres-cawapres lainnya.
“Kalau lihat hasil survei TBRC bisa saja Prabowo-Gibran berpotensi menang satu putaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Pengurus forum dekan FISIP se Indonesia atau pengamat politik dan ideologi Universitas Al-Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto menyampaikan, bahwa survai bersifat fluktuatif dan dinamis, karena persepsi bahkan preperensi pemilih pun bisa berubah. Oleh karena itu, hasil survei hanya bisa dijadikan sebagai satu patokan disamping ikhtiar maksimal lainnya dari para calon dibantu tim suksesnya masing-masing.
“Posisi unggulnya pasangan Prabowo Subianto dan Gibran cukup masuk akal karena banyak faktor yang mempengaruhi, antara lain efek kepemimpinan dan keberhasilan Jokowi.
Selain itu, jumlah partai yang ada di parlemen sebagian besar ada dibelakang pasangan Prabowo & Gibran,” kata Heri kepada awak media.
Sedangkan menurunnya dukungan atas pasangan Ganjar -Mahfud MD disebabkan oleh posisi dilematis dibandingkan positioning Anis -Muhaimin yang jelas memposisikan diametral.
“Yaitu Perubahan versus keberlanjutan). Intinya branding, profiling pasangan capres dan cawapres Pemilu RI 2024 dipengaruhi oleh banyak faktor disamping indikator hasil survai, apalagi peran media elektronik & digital sangat strategis mempengaruhi berbagai lapisan calon pemilih,” bebernya.@wgs

