Menurutnya Gerakan Lamongan Menghafal berhasil menumbuhkan minat baca Al-Qur’an dalam mewujudkan kesalehan sosial yang semakin baik. Hal itu dibuktikan melalui indeks capaian kesalehan sosial di tahun 2023 sebesar 89,19 persen. Prosentase ini lebih tinggi dari provinsi Jatim dan nasional.
“Perkembangan pembangunan sosial maka seluruh stakeholder agar menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan agar dapat menghadirkan cahaya di tengah masyarakat melalui pemerataan ekonomi dan menumbuhkan warga yang harmonis dengan sistem kerja kolaboratif,” lugasnya.
Ketua LPTQ Kabupaten Lamongan, Nalikan mengatakan, kegiatan gerakan Lamongan menghafal dalam wisuda tahfidz Al-Qur’an sebagai motivasi bagi siswa siswi agar mencintai kitab sucinya sebagai pedoman bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga menjadi generasi berakhlak.
“Selain itu, mencetak generasi penerus penghafal Al-Qur’an dan syiar agama Islam,” tegasnya.
“Khusus kepada Gubernur Khofifah yang hadir melakukan wisuda untuk memberikan motivasi bagi wisudawan dan ke depan akan lebih banyak penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Lamongan,” tutup Nalikan. (ari)

