Kendati demikian, aspek akuntabilitas tetap kami kedepankan dengan melibatkan pengawasan dan pendampingan dari BPKP dan inspektorat daerah.
“Dipastikan pencairan bantuan ini akan dilaksanakan sesederhana mungkin. Prosesnya mudah dan cepat,” jelas Suharyanto.
Melalui penyerahan bantuan stimulan ini, Kepala BNPB berharap dapat menjadi asa dan penambah semangat bagi masyarakat untuk turun kembali ke sawah di periode tanam pertama awal tahun ini. Sebagaimana yang sebelumnya dikatakan Presiden, kepada seluruh petani penerima ini diharapkan agar dapat segera menanam, sebab awal tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk penanaman padi. Di samping itu, harga gabah juga tinggi sehingga hal itu dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani.
“Bantuan stimulan dari Bapak Presiden ini tentu saja akan menjadi asa dan penambah semangat bagi masyarakat untuk turun kembali ke sawah di periode tanam pertama awal tahun ini,” pungkas Suharyanto.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan stimulan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen (Purn) Nana Sudjana, Menteri Pertanian, yang pada kesempatan ini diwakili Sekretaris Badan Standarisasi Instrumen Pertanian, Kepala Kantor BPKP Provinsi Jawa Tengah, Bupati Grobogan Sri Sumarni, termasuk Anggota Komisi VIII DPR RI meliputi Wisnu Wijaya Adi Putra, Abdul Wachid, Sri Wulan dan Endang Maria Astuti.
