SEMARANG, KANALINDONESIA.COM : Sebanyak 140 pelajar tingkat SMP asal Papua penerima beasiswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang berasal dari berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Bali mengikuti kegiatan Pendalaman Wawasan Kebangsaan di Markas Yonif 400 Raider/Banteng Raiders, Semarang.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026 tersebut merupakan hasil sinergi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Yayasan Pesanku, dan Yonif 400 Raider/Banteng Raiders dalam membentuk generasi muda Papua yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam kesermpatan ini, Komandan Yonif 400 Raider/Banteng Raiders Letkol Inf Dendi Nurwindyansyah mengatakan, peserta mendapatkan berbagai materi pembinaan di antaranya kesehatan reproduksi remaja, bahaya narkoba, game based learning, nilai-nilai Pancasila, akulturasi budaya, literasi digital, lingkungan hidup bersih dan sehat, serta pembinaan etika dan sopan santun.
“Program ini sangat strategis sebagai investasi dalam membangun karakter generasi muda. Moral, etika, disiplin, serta semangat juang harus terus ditanamkan agar mereka tumbuh menjadi generasi penerus yang mencintai bangsa dan siap menjaga keutuhan NKRI,” ujar Danyonif 400 Raider/Banteng Raiders.
Ia menegaskan, pembinaan wawasan kebangsaan menjadi bekal penting bagi para pelajar Papua untuk memahami nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, ras, dan budaya bukanlah pemisah, melainkan kekuatan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama melalui sikap saling menghormati dan toleransi.
“Selain pembelajaran di kelas, para peserta juga mendapat motivasi dari para mentor Yonif 400 Raider/Banteng Raiders mengenai tantangan generasi muda di era digital, termasuk pentingnya menangkal pengaruh negatif media sosial yang berpotensi memecah persatuan melalui isu-isu SARA,”jelasnya.
Salah seorang peserta, Yunus Bita Wandoki dari Kabupaten Tambrauw, mengaku senang mengikuti Program ADEM karena memberikan kesempatan belajar di luar Papua sekaligus menambah pengalaman baru.
Hal senada yang disampaikan Endrik Wonda dari Kabupaten Puncak Jaya. Ia mengaku kini memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman budaya Indonesia.
“Saya jadi lebih mengenal budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Perbedaan yang ada justru menjadi kekayaan bangsa yang harus kita banggakan,” ungkap Endrik.
Rangkaian kegiatan Program ADEM dijadwalkan ditutup pada Jumat (10/7/2026) dengan Apresiasi Akulturasi Budaya yang akan digelar di Yonif 400 Raider/Banteng Raiders, Srondol, Semarang.@wn

