Bambang menjelaskan, bahwa saat ini naiknya elektabilitas Prabowo-Gibran karena adanya dorongan dari sikap Jokowi yang terus memperlihatkan adanya dukungan secara tidak langsung, melalui pertemuan dengan Prabowo beberapa waktu lalu.
“Elektabilitas Prabowo-Gibran naik karena adanya dorongan dari sikap Jokowi yang terus memperlihatkan adanya dukungan secara tidak langsung, melalui pertemuan dengan Prabowo,” ucapnya.
Namun, saat ditanyakan terkait anomali sosial yang terjadi di masyarakat khusus pada anak muda, Bambang menyebutkan hal itu terjadi karena kurangnya perhatian Jokowi kepada anak muda, pasalnya banyak kaum milenial yang saat ini belum bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah.
“Khawatirnya kaum muda dalam standar dasar hidup, karena kurangnya perhatian Jokowi kepada anak muda, pasalnya banyak kaum milenial yang saat ini belum bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah,”jelasnya,
Selain itu, kekhawatiran lain dalam ekonomi adalah pemerintah Jokowi masih menyampingkan perhatian kepada UMKM yang saat ini belum berjalan dengan baik, dimana banyak UMKM tutup dan kalah bersaing dengan perusahaan besar memiliki modal kuat.
“Pemerintah Jokowi masih menyampingkan perhatian kepada UMKM yang saat ini belum berjalan dengan baik, dimana banyak UMKM tutup dan kalah bersaing dengan perusahaan besar yang memiliki modal kuat,” bebernya.
Menurut dia, Gibran sebagai perwakilan anak muda harus membangkitkan UMKM dalam pembangunan perekonomian di Indonesia, karena peran UMKM dalam perekonomian juga cukup besar.
“Gibran sebagai perwakilan anak muda harus membangkitkan UMKM dalam pembangunan perekonomian di Indonesia, karena peran UMKM dalam perekonomian juga cukup besar,” ujarnya.
Selain itu, banyak pemilik modal yang lebih mementingkan usahanya ketimbang membantu mengembangkan UMKM yang selama ini telah ikut serta dalam pembangunan ekonomi. Hal ini yang harus diperhatikan Gibran untuk mendongkrak UMKM menjadi lebih besar.
“Banyak pemilik modal yang lebih mementingkan usahanya ketimbang membantu mengembangkan UMKM yang selama ini telah ikut serta dalam pembangunan ekonomi. Hal ini yang harus diperhatikan Gibran untuk mendongkrak UMKM menjadi lebih besar,” jelasnya.
Sementara itu, pengurus Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud, Surya Vadiantara mengatakan bahwa hasil survei DSI terkait kekhawatiran kaum muda atau kaum milenial terhadap kepemipinan Jokowi dalam mengurus ekonomi, bukti pemerintah Jokowi – Maruf Amin belum mampu membantu kaum muda dalam perekonomian. Dimana saat ini masih banyak anak muda yang masih sulit bekerja dan tingkat pengangguran anak muda masih tinggi.
“Bukti pemerintah Jokowi – Maruf Amin belum mampu membantu kaum muda dalam perekonomian. Dimana saat ini masih banyak anak muda yang masih sulit bekerja dan tingkat pengangguran anak muda masih tinggi,” kata Surya kepada awak media, Jum’at (2/2/24).
Surya menjelaskan peran anak muda terhadap bangsa ini sangat besar sehingga ini akan mempengaruhi suara pemilih muda dalam pilpres 2024.
“Peran anak muda terhadap bangsa ini sangat besar sehingga ini akan mempengaruhi suara pemilih muda dalam pilpres 2024,” ujar Surya.
Menurut dia, Gibran tidak akan mempengaruhi pemilih muda pada pilpres 2024 ini karena kekecewaan nya terhadap kepemimpinan Jokowi.
“Tentunya Gibran sebagai cawapres tidak akan bisa mempengaruhi pemilih muda, karena kecewa terhadap kepemimpinan Jokowi,” ucapnya.@wgs

