Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto pada hari ini, Sabtu (17/2), telah meninjau kesiapan pompa air bergerak termasuk tim yang bertugas di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Menurut Agus, pengerahan pompa air bergerak dan operasi TMC merupakan satu rangkaian yang dilakukan untuk memaksimalkan penutupan tanggul jebol termasuk bertujuan agar genangan banjir dapat segera berangsur surut.
Operasi TMC dilakukan untuk penanganan di wilayah hulu sedangkan pengurasan genangan dan penutupan tanggul jebol merupakan pekerjaan yang dilakukan untuk menangani permasalahan di hilir.
“Jika debit air terus datang dari wilayah hulu akibat hujan yang masif, maka tentu saja untuk penanganan di bagian hilir ini akan menjadi tantangan,” jelas Agus.
“Jadi (Operasi TMC dan pengerahan pompa-red) ini adalah sistem dari upaya kita untuk mengurangi dampak bencana yang ada di Demak,” tambahnya.
Kondisi Banjir Demak
Hasil laporan kaji cepat yang dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah atas banjir Kabupaten Demak per hari ini, Sabtu (16/2), wilayah terdampak berkurang dari 8 menjadi 3 Kecamatan yakni Karanganyar, Mijen dan Gajah.
Penurunan wilayah terdampak banjir juga diikuti dengan berkurangnya jumlah pengungsi dari 27.389 menjadi 24.359 jiwa yang tersebar di 139 titik.
Adapun Jalur Pantura Demak-Kudus sudah dapat dilalui kendaraan roda 4, namun masih terdapat genangan di beberapa titik dengan ketinggian 10-30 cm. Terkait progres pembangunan atau penutupan tanggul jebol sudah mencapai 80%.

