Satgas Pangan Pacitan Akan Jewer Pedagang Beras yang Melebihi Harga Eceran Tertinggi

- Editor

Kamis, 29 Februari 2024 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Satuan petugas (satgas) pangan, mengelar Inspeksi mendadak (sidak ) ke sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pacitan.

Satgas pangan yang tergabung beberapa OPD,yakni ” Dinas perekonomian,Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan,, Dinas Tenaga Kerja dan Satreskrim polres Pacitan,pada Kamis 29/2/2024.

Saat sidak berlangsung, satgas pangan telah menemukan sejumlah pedagang beras yang belum memasang label harga beras pada lapaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kabag perekonomian Pacitan, Ali Mustofa mengatakan, meskipun distribusi beras aman, namun para pedagang tetap harus diwajibkan untuk memasang label harga. Adanya label tersebut, agar masyarakat tahu tentang harga beras dipasaran saat ini.

Baca Juga :  Said Basalamah, Anggota Pembina Yayasan Fastabiqul Khairat Lumajang Diadili

” Label atau spanduk wajib dipasang agar konsumen tahu bahwa harga eceran tertinggi beras itu Rp. 10.900 per kilogramnya. Sedangkan Harga Eceran Tertinggi ( HET) untuk beras per 5 kilogramnya dengan harga Rp.54.500,” katanya.

Ali Mustofa menambahkan, meskipun distribusi beras SPHP dari Bulog lancar dan aman, namun pemasangan label harga harus tetap dipampang .

” Jika ada pedagang yang tidak memasang label, kami akan lakukan peringatan, sampai dengan pencabutan ijin dagang beras.”tandasnya.

Tak hanya itu, jika ditemukan ada pedagang nakal yang berani menjual beras diatas HET, maka satgas pun akan menindak pedagang secara hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Jelang Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres 2024, Khofifah : Insya Allah Prabowo-Gibran Menang

” Alhamdulillah, dengan adanya beras SPHP ini. bisa bantu kami dapat beras murah tapi kualitas juga baik.semoga harga beras tetap stabil. Jadi kami masyarakat tidak bingung. ” ulas jumangin, salah satu pedagang beras.

Perlu diketahui, Sidak pasar, akan tetapi dilakukan secara intens di seluruh pasar pasar tradisional Pacitan. Untuk kali ini sidak dilakukan di pasar Arjosari dan pasar minulyo, dimungkinkan sidak akan dilakukan secara rutin, hingga harga beras bisa kembali stabil seperti sebelumnya. (Lc)

Berita Terkait

Update Longsor dan Lahar Dingin di Wilayah Gunung Semeru, 3 Warga Meninggal Dunia
Diduga Buang Limbah Sembarangan, Ketua LSM Gempar Laporkan CV Langgeng Sejahtera ke APH
Motor Korban Tenggelam di Driyorejo Ditemukan, Diduga Korban Terseret Arus
Klarifikasi AFCO dari Berita Sidak PJ Bupati Jombang Temukan Mamin Kadaluarsa
Ancaman AI Terhadap Stabilitas Ketenagakerjaan, Begini Kata Pakar Unair
Musim Hajatan Pascalebaran, Jasa Dekorasi Lamaran dan Nikahan di Jombang Banjir Pesanan
Polda Jatim Tahan 2 Petinggi PT MBS, Kasus Tipu Gelap Kerugian Senilai Rp 11 Miliar
Jelang Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres 2024, Khofifah : Insya Allah Prabowo-Gibran Menang

Berita Terkait

Sabtu, 20 April 2024 - 09:53 WIB

Update Longsor dan Lahar Dingin di Wilayah Gunung Semeru, 3 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 20 April 2024 - 09:44 WIB

Diduga Buang Limbah Sembarangan, Ketua LSM Gempar Laporkan CV Langgeng Sejahtera ke APH

Jumat, 19 April 2024 - 20:06 WIB

Motor Korban Tenggelam di Driyorejo Ditemukan, Diduga Korban Terseret Arus

Jumat, 19 April 2024 - 20:02 WIB

Klarifikasi AFCO dari Berita Sidak PJ Bupati Jombang Temukan Mamin Kadaluarsa

Jumat, 19 April 2024 - 16:36 WIB

Ancaman AI Terhadap Stabilitas Ketenagakerjaan, Begini Kata Pakar Unair

Jumat, 19 April 2024 - 13:45 WIB

Musim Hajatan Pascalebaran, Jasa Dekorasi Lamaran dan Nikahan di Jombang Banjir Pesanan

Jumat, 19 April 2024 - 12:30 WIB

Polda Jatim Tahan 2 Petinggi PT MBS, Kasus Tipu Gelap Kerugian Senilai Rp 11 Miliar

Jumat, 19 April 2024 - 12:03 WIB

Jelang Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres 2024, Khofifah : Insya Allah Prabowo-Gibran Menang

KANAL TERKINI

KANAL PERISTIWA

Koops Habema Berhasil Lumpuhkan OPM yang Serang Pos Paro

Sabtu, 20 Apr 2024 - 06:32 WIB