Kata Nusantara dan Bhinneka Tunggal Ika yang dilahirkan pada jaman Majapahit menjadi bagian penting dalam filosofi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. Mojopahit pusatnya di Jawa Timur. Maka tidak salah jika Jantungnya Indonesia ada di Jawa Timur. Begitu pula jantung kemenangan Pak Praboei- Gibran juga Jawa Timur.
Sementara itu, tausiyah tujuh menit oleh Gus Miftah Maulana Habiburrahman, lebih banyak menjelaskan terkait program Prabowo- Gibran, makan siang gratis, sehingga meraih hati rakyat termasuk menceritakan kronologi kenapa Gibran Rakabuming Raka, didapuk menjadi Cawapres Prabowo.
Kata Gus Miftah, Pak Prabowo tahu siapa yang berkeringat dan baru mendekat. Siapa yang kerja dan mana yang sok pahlawan kesiangan. Siapa tulus dan modus.
Yang kedua, adalah food estate atau lumbung pangan. Itu diambil dari surah Yusuf 43, di zaman Raja Kiftir. Nabi Yusuf kala itulah yang bisa memanfaatkan potensi lahan untuk bercocok tanam jadi lumbung pangan, dan memberdayakan ekonomi mengantisipasi kemarau panjang yang akan terjadi.
“Nah saat ini, sudah tiba kemenangan. Cara kita mengawal gampang. Anda berani milih, maka harus berani nagih. Sosialisasikan program Pak Prabowo ke masyarakat soal hilirisasi karena lebih Islami, seperti ketika Nabi Muhammad di Madinah menjadikan anggur jadi kismis.
Sementara itu Prabowo Subianto, tak henti-henti mengucap terima kasih dan hormat kepada ibu-ibu Muslimat, NU, Kiai, relawan Jatim yang telah berjuang keras, dan memilih Prabowo Gibran sehingga mengantarkannya ke RI 1.
Dia mengaku tak ingin membahas soal program kerja, karena bukunya sudah dibagikan, namun dia ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur, terutama dari muslimat NU, kiai, relawan dan TKD Jatim yang hadir.
Kendati perhitungan suara belum final, namun sudah keliatan melalui quick count, bahwa keputusan rakyat mutlak di pihaknya, sehingga memenangkan mandat dari rakyat Indonesia.
“Kita telah berhasil di semua provinsi kecuali dua, Aceh dan Sumbar,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan begitu terlihat pergerakan angka quick count, tokoh yang pertama kali ditemui adalah Khofifah Indar Parawansa.
“Saya ketemu beliau di Bandara Halim dan saya menawarkan bagaimana bisa bertemu. Berapa yang bisa ibu bawa ke Hambalang. Eh..beliau malah balik bertanya, Bapak berkenan berapa orang, saya jawab kalau persiapan singkat bisa 1200 orang. Eh yang datang 1600 orang,” ujarnya disambut tepukan hadirin.
Usai bertemu Khofifah, dilanjutkan sowan ke seniornya Jenderal SBY, Pakde Karwo, dan Emil Dardak.
Banyak joke segar dari Prabowo diungkap, karena dia mengaku sangat bahagia, terhormat, dan hanya ingin berterima kasih kepada Ulama NU, warga NU, Muslimat NU, relawan semua di Jatim yang mendukungnya.
Selain menceritakan semasa aktif dan muda di awal jadi tentara, dia juga sangat dekat dengan ulama NU terutama Gus Dur, sampai suatu ketika ingin jadi warga NU dan memilki KTA, kemudian diberi kartu Ikatan Sarjana NU (ISNU) dari Prof Ali Masykur Musa.
“Apalagi saya ini dekat dengan keluarga Gus Dur. Karena rumah kakek nenek saya berdampingan dengan rumah orang tua Gus Dur di Matraman . Ibu beliau teman baik kakek nenek saya,” ujarnya.
Pasca Pilpres ini Prabowo mengajak semua masyarakat melupakan perbedaan, jangan sampai gontok-gontokan.
Karena sudah waktunya untuk berbuat bagi kemakmuran bangsa Indonesia.

