Termasuk meniru keberanian warga NU dan sejarah NU di saat genting selalu tampil sebagai stabilisator, pembawa kesejukan, kedamaian, penjamin keselamatan dan berpihak ke NKRI.
“NU bisa dikatakan Islam yang merah putih. Ingat sejarah perjuangan kemerdekaan pasca proklamasi, bagaimana ketika Inggris datang ingin menguasai lagi, dari peran Kiai, NU, dan ulama NU di Jatim tegas tegar. Tidak tunduk kepada kekuatan asing yang menjaajah bangsa kembali. Maka jangan lupa sejarah,” ujarnya.
“Mereka yang lupa sejarah akan dihukum sejarah.
Lihat saja ketika paham komunisme hampir menguasai, NU juga tampil.
Tidak mengherankan kenapa TNI dekat dengan ulama dan kiai. NU tidak mau menjalankan agama dengan kekerasan, tidak ada kecurigaan dan kebencian dalam beragama, itu karakter NU,” imbuhnya.
Kembali Prabowo, mengaku mendapat suntikan spirit luar biasa dari kehadiran ribuan ulama, muslimat dan kiai saat ini. Dia merasa sangat terhormat diterima jadi warga NU.
“Intinya hari ini kami ingin sampaikan terima kasih, dan hormat kami kepada semua kiai, ulama, NU, muslimat NU relawan dan lainnya. Kami ingin menyampaikan terima kasih, kepada Bu Khofifah, pemimpin muslimat, NU, relawan, kiai, ulama, tak malu mendukung Prabowo Gibran,” imbuhnya.
Dia berpesan agar tidak euforia menyambut kemenangan atau gembira berlebihan.
Prabowo bahkan mengajak merenung karena mandat itu tanggungjawab berat. Bahwa masa depan sekarang di pundak.
“Sejak itu setiap saat sadar, tidak tidur. Sebelum tidur. Saya langsung berpikir tak boleh mengecewakan rakyat Indonesia. Ini adalah kehormatan bagi kami. Segala iptek, dan kemampuan kita sudah saatnya diterapkan untuk sebesar kepentingan rakyat Indonesia,” ujarnya.
“Kalau melihat dukungan NU dan kalian bersama. Saya tidak takut dan tidak gentar menjalankan program itu. Hilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Mari bersama menghilangkan kelaparan. Tidak boleh ada anak yang tidak makan, lapar dan stunting. Tidak boleh ada anak Indonesia lapar. Saya tak gentar perjuangkan rakyat saya.
Usia 72 tahun, saya tidak takut. Saya hanya takut kepada Allah SWT saja. Hari ini luar biasa suntikan semangat dan keberanian saya,” ujarnya.
“Pak Jokowi telah menunjukkan arah bangsa dan sepakat dengan saya. Maka programnya akan saya teruskan. Kalau untuk membela rakyat saya tidak takut di dunia ini. Dan di hati saya yang paling dalam. Kalianlah yang memenangkan saya,” pungkas Prabowo.
Prabowo Subianto tidak akan lupa Jawa Timur dan tidak pakai janji. Yang penting katanya dia sudah mengerti.
“Saya berharap NU, Muslimat, Ansor, Banser, Kiai, Ulama, relawan, rakyat semua, mari kita kawal dan gabungkan kekuatan bersama TNI Polri dan kekuatan lain di jalan yang benar. Yang lurus, di pihak rakyat kita akan mulia,” pungkasnya.

