Tumbuhan dengan kemampuan hidup di kawasan tercemar senyawa hidrokarbon diindikasikan dapat hidup di lingkungan ekstrem. Penelitian ini memilih upaya fitoremediasi dengan memanfaatkan tumbuhan yang dapat mengambil logam berat.
Kemampuan tumbuhan mangrove dalam menyerap logam berat dari lingkungan menunjukkan sebagai agen fitoremediator kawasan tercemar logam. Namun, lebih baik jika memanfaatkan lima spesies tumbuhan dalam yang berbeda seperti tumbuhan merambat, tumbuhan perdu, dan tumbuhan berkayu.
“Tujuannya, perbedaan akar tumbuhan tersebut dapat menjangkau area yang tercemar dan penambahan konsorsium bakteri yang sesuai dapat meningkatkan efektivitas hasil remediasi,” urai Harmin.
Dikatakan oleh istri Prof Herman Pratikno ST MT PhD ini, bakteri selalu hidup beriringan dengan manusia. Keseharian manusia dalam beraktivitas selalu menghasilkan limbah.
“Hasil penelitian ini diharapkan dapat memulihkan lingkungan yang tercemar dan mempercepat proses untuk memulihkannya,” jelas alumnus doktoral Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut.
Keaktifan Harmin dalam menuntut ilmu sedari kecil, tak terlepas dari latarbelakang sang ayah sebagai dosen pengajar ilmu hukum. Dengan dukungan suami untuk giat belajar bersama dari magister hingga doktor, membuat Harmin kompak dalam mengurus keluarga dan mengejar karier hingga berhasil dikukuhkan sebagai profesor di ITS bareng suaminya.
“Semoga dapat terus menjalankan tridarma perguruan tinggi dengan maksimal dan penuh rasa syukur,” tutup profesor yang ditemui usai dikukuhkan ini. (sil/ari)

