Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada hari Sabtu(16/3/2024) sekira pukul 05.00 Wita, mayat tanpa identitas yang belakangan dikenali bernama Achmad Irham Cholis (21) ditemukan di pesisir sebelah barat Dusun Bangko, Desa Batang, Kecamatan Takabonerate.
Mayat Achmad Irham Cholis ditemukan pertama kali oleh Sija yang melaporkan kejadian penemuan mayat kepada kepala dusun dan aparat pemerintah setempat.
Menanggapi laporan tersebut, pemerintah bersama aparat terkait langsung mendatangi TKP dan melakukan proses evakuasi serta membawa mayat ke darat, untuk diidentifikasi. Selanjutnya mayat disholatkan dan dikebumikan pada sekira pukul 07.00 Wita dengan memperhatikan kondisinya yang mulai membusuk.
Dua korban meninggal dunia terakhir ditemukan di pesisir pantai barat Pulau Kayuadi dan Taka Subuh, Desa Tarupa, Kecamatan Takabonerate.
Korban meninggal dunia atas nama Husama ditemukan dalam pelaksanaan operasi SAR hari ketujuh, sekira pukul 16.20 Wita, Senin (18/03/2024) sore.
Sementara satu korban lain atas nama Kristanto (48) ditemukan pada Selasa (19/3/2024)sekira pukul 12.30 Wita, di perairan Taka Subuh, Desa Tarupa.
Mayat korban dikebumikan di Taman Pekuburan Umum (TPU) Dusun Bangko, Desa Batang.
Dengan demikian, korban yang ditemukan telah berjumlah enam belas orang dari total 35 orang crew dan penumpang kapal yang tertera pada lembaran manifest.
Hingga hari ke sebelas pasca kejadian, delapan belas orang korban lain dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian tim SAR Gabungan yang melibatkan unsur Basarnas, SAR UNM, Polair, Koramil, Polsek Takabonerate, SAR Marteam, Human Initiative, dan Tagana Selayar. (Fadly Syarif)

