Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Geger Pilot Batik Air Tertidur Saat Bertugas, Pakar Unair Ungkap Pentingnya Work Life Balance

Geger Pilot Batik Air Tertidur Saat Bertugas, Pakar Unair Ungkap Pentingnya Work Life Balance
Pakar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Universitas Airlangga, Putri Ayuni Alayyannur S.KM M.KKK

Terapkan Work Life Balance

Dosen Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Unair itu menyebutkan salah satu hal yang dapat meminimalkan kelalaian dan kelelahan dalam bekerja, yakni work life balance. Dengan menerapkan work life balance efektif dalam mengatur jadwal bekerja dan jadwal istirahat. Ia menambahkan, perlu adanya kajian dan analisis mendalam terkait jam kerja yang tepat setiap pilot dan co-pilot.

“Semisal, seorang pilot tidak memungkinkan untuk memiliki waktu istirahat yang cukup setidaknya terdapat pilot pengganti. Sebagai contoh, pilot A dan co pilot B melakukan penerbangan dari pukul 8 hingga 10, maka pilot A dan co pilot B dapat melakukan rehat sejenak di bandara bukan di atas pesawat, selain itu kebutuhan gizinya juga perlu diperhatikan,” urainya. Senin, (18/3/2024).

Terlepas dari permasalahan K3, menurut keterangan dari salah satu dari mereka memiliki waktu yang kurang untuk istirahat dikarenakan harus menjaga buah hatinya bersama istri. Menurutnya, rencana undang undang terkait cuti 40 hari bagi suami yang istrinya melahirkan perlu segera direalisasikan.

“Perlu diingat, tugas menjaga anak tak hanya tugas seorang istri, namun juga tugas seorang ayah agar tugas menjaga anak ini tidak terasa berat oleh sebelah pihak saja. Rencana undang-undang terkait cuti 40 hari untuk suami dengan istri yang melahirkan merupakan program yang strategis dan harus segera diimplementasikan,” bebernya.

Tak lupa, Pakar K3 itu berpesan bahwa, pentingnya kebijakan dalam menyeimbangkan jam kerja dan jam istirahat yang sesuai dengan jenis pekerjaan. Riset mendalam harus dilakukan untuk menciptakan kebijakan yang tepat.

“Dengan hal ini tentu sudah saatnya kita memperhatikan hal kecil yang berdampak besar. Hal ini tak dapat dipandang sebelah mata lagi, dan dengan peristiwa tersebut dapat mengambil hal positif untuk melakukan evaluasi lebih dalam,” tegasnya. (sat/ari)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita